PRUcinta Prudential Syariah
PRUcerah Prudential Syariah

Ketua ESI Cabang Aceh Tenggara : Stop Menjustifikasi E-Sports Sebagai Game Online Haram

IMG 20220705 WA0015 Ketua ESI Cabang Aceh Tenggara : Stop Menjustifikasi E-Sports Sebagai Game Online HaramPin
Ketua E-Sports Indonesia (ESI) Cabang Aceh Tenggara, Idhamni, S.T, Selasa, 05/07/2022.
PRUcerah Prudential Syariah

SatuAcehNews | Kutacane – Ketua E-Sports Indonesia cabang Kabupaten Aceh Tenggara, Idhamni, S.T, E-Sports Indonesia selaku organisasi resmi perkumpulan olahraga yang menggunakan game elektronik, menanggapi polemik perdebatan larangan game online di Aceh, Selasa, 05/07/2022.

Dalam penyampaiannya melalui telepon seluler kepada awak media SatuAcehNews, Ketua E-Sports Indonesia (ESI) Cabang Aceh Tenggara, Idhamni, S.T, HSE mengatakan, “Saya berharap kepada Pemerintah, Akademisi dan MPU untuk menjadi penengah dan memberi masukan positif serta mencari solusi bersama terkait masa depan para atlet E-Sports di Aceh. Sekarang ini bukan saatnya kita memperdebatkan E-Sports yang sudah diakui dunia termaksud di Indonesia, E- Sports sudah diakui sebagai olahraga dan terdaftar di Kemenpora,” ungkapnya.

Idham selain ketua ESI dan juga salah satu Tokoh Pemuda di Aceh Tenggara, menanggapi opini Direktur Masyarakat Informasi dan Teknologi (MIT) Foundation, Teuku Farhan yang menyinggung tentang turnamen E-Sports PUBG Mobile Piala Kasad yang diselenggarakan oleh Kodam IM.

Dikutip dari tulisan Praktisi IT Aceh dan Direktur Masyarakat Informasi & Teknologi (MIT) Foundation, Teuku Farhan yang ditayangkan melalui theacehpost.com.

“Selain mengandung banyak konten kekerasan, adegan yang mirip seperti perilaku teroris, game online ini rentan akan kecanduan gim yang masuk dalam klasifikasi gangguan mental World Health Organization. Untuk menjadi “atlet profesional” game online ini harus berlatih lebih dari 10 jam sehari dan hal ini sangat merusak produktifitas generasi muda ke depan,” demikian tulis Teuku Farhan pada laman theacehpost.com, Minggu, 03/07/2022.

IMG 20220705 WA0016 Ketua ESI Cabang Aceh Tenggara : Stop Menjustifikasi E-Sports Sebagai Game Online HaramPin
Aktivis HMI, Idhamni, S.T yang akrab disapa Bang Idham.

Terkait hal tersebut, Idham memberikan penjelasan terkait atlet E-Sports PUBG itu memiliki jam latihan yang terkontrol dan dibatasi. Jam latihan untuk atlet E-Sports dibatasi layaknya Cabang Olahraga (Cabor) profesional lainnya. Kami mencetak atlet-atlet profesional dan jangan disamakan dengan pemain E-Sports seperti di warung-warung kopi yang tidak ada aturan yang terkesan buang-buang waktu.

“Saya sebagai Ketua E-Sports Indonesia (ESI) Cabang Aceh Tenggara, mewakili teman-teman atlet E-Sports Aceh mengajak debat terbuka dengan saudara Farhan terkait statemennya tersebut,” pungkas Idham, Selasa, 05/07/2022.

Dalam mengkritik sesuatu harus dengan adu argumentatif terbuka, “Bung Farhan tidak paham itu dan tidak akan pernah paham walaupun sudah beberapa kali pertemuan dan debat. Sangat disayangkan pada era modernisasi dan milenial ini, dia masih memiliki pemikiran yang sangat dangkal dan primitif, kita berharap segera disudahi polemik ini,” pungkas Bang Idham yang juga Aktivis HMI.

Sudah saatnya semua pihak di Aceh agar jangan selalu terbelenggu dan tersandera serta terkesan melawan moderenisasi dan perkembangan teknologi yang tidak mungkin dibendung, semua perkembangan teknologi ada sisi positif dan negatifnya.

“Yang kita pikirkan bersama sekarang bagaimana kita cari solusi dan mengedukasi atlet E-Sports agar benar-benar terlahir menjadi atlet E-Sports yang profesional dan bisa berlatih layaknya atlet profesional. Mari kita bersama-sama seluruh elemen akademisi, baik orang tua dan ulama saling bahu-membahu dalam memberi solusi yang tentunya kearah positif pada cabang olahraga E-Sports ini,” ujar Idham. (ARS)

Share to...