PRUcinta Prudential Syariah
PRUcerah Prudential Syariah

Dugaan Kelebihan Bayar di MPD, Inspektorat Aceh Singkil Belum Lakukan Audit, Ada Apa?

TimePhoto 20220830 151445 scaled Dugaan Kelebihan Bayar di MPD, Inspektorat Aceh Singkil Belum Lakukan Audit, Ada Apa?Pin
Inspektorat Kabupaten Aceh Singkil, Selasa, 30/08/2022. (Foto : AHA)
PRUcerah Prudential Syariah

SatuAcehNews | Singkil – Dugaan kelebihan bayar honorarium pengurus Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Aceh Singkil periode 2017-2022 telah disampaikan kepada Pj. Bupati lAceh Singkil untuk ditindaklanjuti, namun hingga saat ini belum ada tindaklanjut ataupun audit dari instansi terkait dalam hal ini Inspektorat Kabupaten Aceh Singkil, ada apa? Selasa, 30/08/2022.

Hal itu berawal dari informasi yang beredar bahwa Pengurus MPD Periode 2017-2022 telah berakhir masa tugas sejak Bulan Januari 2022 tetapi masih menerima honorarium/gaji sejak bulan Februari hingga bulan Juni 2022.

Ingin mengetahui lebihlanjut, Reporter SatuAcehNews.com melakukan penelusuran informasi ke Sekretariat MPD Aceh Singkil, untuk mengetahui kebenarannya.

IMG 20220819 155939 1 scaled Dugaan Kelebihan Bayar di MPD, Inspektorat Aceh Singkil Belum Lakukan Audit, Ada Apa?Pin
Struktur Pengurus MPD Aceh Singkil 2017-2022. (Foto : AHA)

Kasubag Umum Sekretariat MPD, Sunardi saat ditemui awak media membenarkan hal tersebut, dan terkait persoalan tersebut telah disampaikan kepada Pj. Bupati Aceh Singkil. Dan membenarkan hingga saat ini belum ada dilakukannya audit dari Inspektorat Aceh Singkil ke MPD Aceh Singkil.

“Kalau sekarang posisinya betul, ada terjadinya bukan kelebihan bayar, terlanjur pembayaran. Memang posisinya di bulan Januari, habisnya 30 Januari 2022. Tapi orang itu masih menerima gaji sampai bulan 6 (Juni) itu informasi yang beredarkan. Betul itu karena apa, kemaren SK nya tidak ada sama kita makanya seperti itu karena orang itu mengatakan orang itu habis (masa jabatan), di DPA pun di buat sampai bulan 7 (Juli), makanya orang itu beranggapan sampai bulan 7 (Juli),” kata Sunardi yang juga menjabat sebagai PPK MPD Aceh Singkil, Selasa, 30/08/2022.

Setelah dilakukan ditunjuknya (Plt), lanjut diterangkan Sunardi bahwa hal itu diketahui pada saat mengambil Surat Keputusan (SK) pengangkatan pengurus MPD Aceh Singkil, ternyata SK tersebut ada bertambah 2 buah SK, “Ternyata SK itu ada tambah 2 SK, ada SK pelantikan, SK perubahan struktur, pergantian karena meninggal. Tapi orang itu pegang SK, SKnya yang kedua. Makanya itu terjadi SK yang kedua itu di bulan 7 (Juli), sedangkan mereka (pengurus MPD 2017-2022) tidak melihat SK yang pertama,” jelasnya.

Saat ditanyai SatuAcehNews.com mengenai apakah pembayaran honorarium tersebut telah sesuai atau tidak? Sunardi selaku PPK enggan berpendapat lebih jauh, karena persoalan tersebut telah dilaporkan kepada Pj. Bupati Aceh Singkil untuk ditindaklanjuti oleh instansi terkait.

“Dan itu sudah kita naikkan juga, kami buat telaahan staf sama Ibu Masitah (Kepala Sekretariat MPd) dan itu sudah kita sampaikan kepada Pak Bupati dan itu sudah ada memo Pak Bupati ke Inspektorat, nanti menunggu Inspektorat lagi kajiannya,” ungkap Sunardi.

Untuk menyimpulkan pembayaran honorarium pengurus MPD 2017-2022 selama 5 bulan yang terlanjur dibayarkan, dikatakan Sunardi menunggu audit dari Inspektorat baru memberikan kesimpulan.

“Karena kalau saya bilang nanti, terlanjur pembayaran dalam SK itu, saya menurut saya ni. Tapi menurut ahli-nyakan ada lagi. Kami tidak bisa terlalu ikut campur itu karena adanya tim audit nanti yang menentukan. Berarti kalau memang terjadinya, apa, yang terlanjur bayar tadi otomatis orang itu pasti mengembalikan,” ujar Sunardi diakhir wawancara bersama SatuAcehNews.

Secara terpisah Kepala Inspektorat, Muhammad Hilal yang ingin dimintai keterangan terkait apakah benar telah menerima memo pemberitahuan dari Pj. Bupati Aceh Singkil atau belum? Tentang persoalan di lembaga MPD Aceh Singkil itu. Kepala Inspektorat tersebut diketahui lagi Dinas ke Luar Kota

Sementara itu, Sekretarisnya, Fajri Samsul yang berhasil dimintai informasi mengatakan belum menerima surat terkait intruksi Pj. Bupati tentang persoalan di MPD Aceh Singkil selama masa nota dinasnya.

“Sampai kini belum mungkin (mengetahui Intruksi Pj. Bupati), mengapa belum. Yang pertama dalam seminggu inikan Inspektur ke luar kota terus beliau, makanya disposisi ke saya, saya liat tidak ada yang itu (surat-surat masuk) sampai hari 2 hari ini oleh Bupati belum ada,” kata Fajri kepada wartawan di Inspektorat Aceh Singkil, Selasa, 30/08/2022.

Namun sebelum itu, Fajri mengaku bahwa kemaren ada melihat surat dari Bupati Aceh Singkil terkait MPD Aceh Singkil ke Inspektorat namun tidak mengetahui secara detail apa isinya. (Red/AHA)

Share to...