PRUcinta Prudential Syariah
PRUcerah Prudential Syariah

Eksekusi Cambuk di Aceh Utara, Terpidana Dihukum 100 Kali Cambukan

P IMG 20220825 WA0056 Eksekusi Cambuk di Aceh Utara, Terpidana Dihukum 100 Kali CambukanPin
Terpidana menjalani eksekusi cambuk di halaman kantor Bupati Aceh Utara. (Foto : Ist)
PRUcerah Prudential Syariah

SatuAcehNews | Aceh Utara – Kejaksaan Negeri Aceh Utara kembali melaksanakan eksekusi Uqubat cambuk bagi pelanggar Syari’at Islam. Kali ini, sepuluh orang terpidana menjalani eksekusi tersebut.

Mereka didakwa melanggar Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat. Diantaranya, dua terpidana kasus maisir atau perjudian, dan delapan terpidana kasus pidana perzinaan terhadap anak.

Prosesi uqubat cambuk inipun berlangsung di halaman kantor Bupati Aceh Utara tepatnya di Landing, Kecamatan Lhoksukon, Kamis (25/08/2022). Sekdakab Aceh Utara, Dr A Murtala, turut melihat langsung pelaksanaan itu.

Pihak Kejaksaan Negeri Aceh Utara, dalam siaran pers menyebutkan, terpidana kasus perjudian yaitu Syafi’i dan Umar. Mereka diyakini melanggar pasal 20 jo pasal 47 Qanun Aceh Nomor 6 tahun 2014 tentang Hukum Jinayat.

P IMG 20220825 WA0051 Eksekusi Cambuk di Aceh Utara, Terpidana Dihukum 100 Kali CambukanPin
Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Utara, Dr. A. Murtala. (Foto : Ist)

Hal itu sesuai dengan amar putusan Mahkamah Syar’iyah Lhoksukon Nomor 21/JN/2022/MS.LSK dan Nomor 22/JN/2022/MS.LSK tanggal 4 Agustus 2022.

Keduanya dihukum uqubat ta’zir cambuk masing-masing 20 kali cambukan, dikurangi dengan masa penahanan selama 4 bulan, sehingga eksekusi cambuk dilakukan 16 kali.

Sedangkan delapan orang terpidana kasus perzinaan terhadap anak yaitu, Aswadi. Dia dihukum cambuk 100 kali, ditambah dengan uqubat ta’zir pidana penjara selama 50 bulan penjara, dan dikurangkan selama terdakwa berada dalam tahanan.

Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar tindak pidana perzinahan terhadap anak, melanggar pasal 34 Qanun Aceh Nomor 6 tahun 2014 tentang Hukum Jinayat.

Berikutnya, Ibrahim, dihukum 100 kali cambuk ditambah dengan uqubat ta’zir pidana penjara selama 70 bulan penjara, dan dikurangkan selama terdakwa berada dalam tahanan.

Abdul Malik, dicambuk sebanyak 100 kali ditambah dengan uqubat ta’zir pidana penjara selama 60 bulan penjara, dan dikurangkan selama terdakwa berada dalam tahanan.

Selanjutnya, Ismail, menjalani hukuman hudud uqubat cambuk sebanyak 40 kali dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan selama sembilan bulan, menjadi 31 kali cambukan.

M. Yusuf dieksekusi cambuk 100 kali ditambah dengan uqubat ta’zir pidana penjara selama 70 bulan penjara, dan dikurangkan selama terdakwa berada dalam tahanan.

M. Yunus, menjalani hukuman hudud uqubat cambuk sebanyak 100 kali ditambah dengan uqubat ta’zir pidana penjara selama 60 bulan penjara, dan dikurangkan selama terdakwa berada dalam tahanan.

Armia, menjalani hukuman hudud uqubat cambuk sebanyak 75 kali ditambah dengan uqubat ta’zir pidana penjara selama 50 bulan penjara, dan dikurangkan selama terdakwa berada dalam tahanan.

Terakhir, Razali, menjalani hukuman hudud uqubat cambuk sebanyak 75 kali ditambah dengan uqubat ta’zir pidana penjara selama 50 bulan penjara, dan dikurangkan selama terdakwa berada dalam tahanan.

“Terhadap terpidana Aswadi, Ibrahim Abdul Malik, M. Yusuf, M. Yunus, Armia, dan Razali, setelah menjalani hukuman cambuk ini mereka tetap harus menjalani hukuman penjara berdasarkan putusan Mahkamah Syar’iyah Lhoksukon,” ungkap Kepala Seksi Intelijen Kejari Aceh Utara Arif Kadarman, SH. (CSB)

Share to...