PRUcinta Prudential Syariah
PRUcerah Prudential Syariah

Opini – 27 Tahun Usia Aliansi Jurnalis Independen, Tak Mungkin Melupakan SBSI

WhatsApp Image 2021 08 12 at 18.02.56 Opini - 27 Tahun Usia Aliansi Jurnalis Independen, Tak Mungkin Melupakan SBSIPin
PRUcerah Prudential Syariah

SatuAcehNews, Oleh : Jacob Ereste*

Sebagai aktivis buruh dan fungsionaris pengurus DPP SBSI serta Pemimpin Redaksi Buletin Info saya memang tidak cukup banyak memiliki waktu untuk mengikuti semua kegiatan yang berkaitan dengan kegiatan organisasi kewartawanan, kecuali yang bertautan langsung dengan SBSI. Disamping itu, kegiatan untuk mengasuh Teater Pabrik dan aktivitas buruh di Panggung Sastra SBSI, sungguh menyita banyak waktu.

Sementara itu, volume dan kontinuitas untuk menulis, membuat laporan dan mempersiapkan realase untuk media massa ketika itu harus tetap dapat dilakukan, karena merupakan cara SBSI tejaga dari penangkakan aparat yang bisa terjadi setiap waktu. Maka itu salah satu kunci pengamanan dan kenyamanan serta ketentraman organisai serta segenap pengurus SBSI ada adanya komunikasi yang tidak terputus dengan seluruh elemen pendukung gerakan dan aktivitas SBSI. Karena iti semua aktivitas dan kegiatan SBSI selalu mendapat pengawalan dan pemantauan langsung dari lembaga maupun kawan-kawan buruh Internasional.

WhatsApp Image 2021 08 12 at 18.02.56 Opini - 27 Tahun Usia Aliansi Jurnalis Independen, Tak Mungkin Melupakan SBSIPinKontinuitas menulis serta membuat laporan kegiatan untuk berbagai media massa itu tidak cuma sebatas pada Harian Umum Merdeka (Jakarta), Harian Lampung Pos, Majalah Amanah dan sebagainya, tetapi juga untuk kawan-kawan media dan organisasi buruh Internasional. Seperti radio Hilversum (Belanda), BBC London dan Radio ABC Australia.

Drs. Dhea Prakhesa Yudha dan Ir. Satrio Arismunandar mulai aktif di SBSI sejak awal SBSI bermarkas di Jl. Kayu Ramin Hutan Kayu, Jakarta Timur. (1994-1996). Keduanya pun masih aktif sebagai wartawan Harian Pagi Kompas. Mereka berdua selalu bercerita setiap kali mendapat tekanan dari aparat mauoun dari tempat mereka bekerja. Namun, toh tekanan itu tetap bisa mereka atasi meski pada akhirnya dipaksa juga untuk mengundurkan diri dari tempat mereka bekerja dengan konvensasi — semacam pesangon — yang cukup, meskipun tidak dalam posisi di-PHK.

Yudha dan Satrio semakin aktif dalam dunia pergerakan. Mereka berdua juga ikut serta menangani masalah delapan redaktur senior Harian Pagi Suara Pembaruan yang di-PHK oleh manajemen karena dianggap membangkang. Surat pemecatan yang dikeluarkan langsung oleh Dr. Albert Hasibuan itu menjadi soal masalah karena dilakukan tanpa melalui prosedur yang benar.

Dua kamar Hotel Nirwana di kawasan Kampung Melayu dijadikan pusat sementara dalam upaya menyelesaikan kasus kedelapan wartawan senior itu. Satu diantara mereka adakah Kuswadi — senioritas Jacob Ereste ketika masih menjadi wartawan di Yogyakarta — ketika itu Kuswadi pun sidah tercarat sebagai pengurus teras PWI Yogyakarta.

Dhea Prakesha Yidha saya kenal juah sebelum itu di LBH yang juga selalu ramai jadi tempat berkumpul kaum pergerakan di Jakarta. Sebagai Wartawan Kompad, Yudha memang punya selera mebuat berita-berita politik dan perburuhan yang panas. Begitulah suasana Ibukota Jakarta ketika itu, saat menjelang reformasi 1998 yang kemudian berlangsung empat kemudian.

Namun pada masa awal SBSI bermarkas di Jl. Kayu Ramin itu (1994) bisa ditandai semakin meningkatnya konstalasi politik yang dominan diwarnai oleh pergerakan kaum buruh dengan kesetiaan kalangan mahasiswa Indonesia. Pertama, karena baru beberapa bulan saja SBSI bermarkas di Jl. Kayu Ramin Hutan Kayu, Ketua Umum dan Sekretaris Jendral SBSI ditangkap aparat saat konsolidasi di Semarang. (RED/AFA)

Jakarta, 12 Agustus 2021

*Aktivis Buruh Nasional

Share to...