PRUcinta Prudential Syariah
PRUcerah Prudential Syariah

Indikasi Curang, Pilkeuchik Ujong Tanoh Darat Didesak Diulang

pilkeuchik ujong tanoh darat diduga curangPin
Kericuhan saat perhitungan suara yang tidak sesuai dengan data pemilih yang hadir yang diduga telah terjadi kecurangan di TPS 2.
PRUcerah Prudential Syariah

SatuAcehNews – Pilkeuchik Ujong Tanoh Darat, Kecamatan Meureubo Kabupaten Aceh Barat berakhir ricuh. Perbedaan jumlah kertas suara yang selesai dihitung berbeda dengan jumlah pemilih yang hadir menjadi sebab kericuhan tersebut. Para saksi dari calon keuchik menduga terjadi praktik kecurangan pada pesta demokrasi tingkat gampong tersebut.

Pemilihan Keuchik yang dilaksanakan serentak pada Ahad (11/09/2022) lalu berakhir buntu dengan menolaknya 3 dari 4 saksi calon keuchik menandatangani berita acara perhitungan suara. Permintaan para saksi kepada Panitia Pemilihan Kepala Desa (P2K) TPS 2 untuk membuka catatan pemilih yang hadir ditolak, sehingga membuat suasana semakin memanas.

Menurut Yanti Mardiani, saksi dari calon Keuchik nomor urut 3 Bustami, alasan pihak P2K terkesan mengada-ada. “Aneh sekali alasannya. Mereka ga mau buka catatan karena kertasnya hilang. Padahal sebelum pemilihan kita sudah sepakati bahwa panitia akan mencatat para pemilih yang hadir,” ujar Yanti kepada awak media.

Malam itu hadir pihak Polsek, Koramil, dan Camat Meurebo, serta Panitia Pengawas mencoba menengahi. “Namun pihak P2K tetap bersikeras ga mau buka catatan. Ada apa? Masak hilang katanya,” lanjut Yanti dengan nada kesal.

Pilkeuchik Ujong Tanoh Darat diikui oleh 4 orang calon, yaitu Irwandi (nomor urut 1), Marzuki (nomor urut 2), Bustami (nomor urut 3), dan Sulaiman BS (nomor urut 4).

calon keuchik UTD MeureuboPin
Pilkeuchik Ujong Tanoh Darat diikui oleh 4 orang calon, yaitu Irwandi (nomor urut 1), Marzuki (nomor urut 2), Bustami (nomor urut 3), dan Sulaiman BS (nomor urut 4).

Di TPS 2, data DPT berjumlah 722 di tambah cadangan 9 dari alokasi 2% dan penambahan 21 orang hasil rekomendasi muspika. Sehingga total DPT tercatat pada TPS 2 adalah 752 pemilih. Dari jumlah tersebut, saksi calon Keuchik nomor urut 3 mencatat jumlah peserta pilchiksung yg hadir untuk TPS 2 berjumlah 643. Sedangkan jumlah suara yg ada di kotak suara sebesar 658, lebih 15 suara. Di TPS tersebut, calon Keuchik yang dinyatakan menang adalah calon dengan nomor urut 4, Sulaiman BS yang juga seorang mantan keuchik.

Saksi Paslon nomor urut 3 Pilkeuchik Ujong Tanoh Darat meminta klarifikasi kepada panitia untuk menunjukan bukti catatan manual yang sudah disepakati sejak awal pemilihan. Namun sayangnya catatan tersebut tidak mampu untuk ditunjukan oleh panitia TPS2, dengan alasan catatan sudah hilang. Hal ini semakin menyulut kemarahan masyarakat ketika permintaan saksi Paslon tersebut tidak diakomodir oleh panitia.

yanti mardiani saksi bustami pilkeuchik ujong tanoh daratPin
Saksi calon Pilkeuchik Ujong Tanoh Darat nomor urut 3, Yanti Mardiani, memberikan keterangan kepada wartawan terkait kericuhan di Pilchiksung khususnya yang terjadi di TPS 3.

Yanti melanjutkan, beberapa kejanggalan lain juga terungkap. Panitia p2K sejak awal tidak profesional dalam penyelenggaraan pemilihan. Diantaranya adalah surat undangan yang salah sasaran. Dan ada juga surat undangan yang sudah dipakai orang lain sehingga warga yang bersangkutan tidak bisa memilih Keuchik pilihannya.

Kekecewaan masyarakat ini samakin memuncak sehingga mendorong calon keuchik nomor urut 1, 2, dan 3 memutuskan untuk tidak menandatangani berita acara. Para calon beranggapan pilkeuchik Ujong Tanoh Darat dianggap tidak sah dan harus diadakan pemungutan suara ulang.

“Seluruh calon sepakat untuk mendesak pihak Kecamatan melaksanakan pemungutan suara ulang mengingat dugaan kecurangan itu sangat kentara. Kami para saksi dari calon nomor 1, 2, dan 3 meminta diadakan pemilihan ulang demi berjalannya proses demokrasi di Gampong Ujong Tanoh Darat yang jujur dan adil,” tutup Yanti.

Tanggapan P2K Gampong Ujong Tanoh Darat

Terkait hal protes oleh pihak calon keuchik pada Pilkeuchik Ujong Tanoh Darat, khususnya saksi Calon nomor urut 3, pihak Panitia Pemilihan Kepala Desa (P2K) Gampong Ujong Tanoh Darat memberikan klarifikasi.

Menurut pihak P2K, telah dilaksanakan mediasi oleh semua pihak di Kantor Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat, Selasa (13/09/2022). Mediasi mencari jalan tengah atas protes calon keuchik tersebut dihadiri oleh Camat, Sekretaris Camat, Kapolsek, Danramil, DPMG, Tuha Peut Ujong Tanoh Darat, Keuchik Gampong Ujong Tanoh Darat, P2K, Bustami selaku calon nomor urut 3, saksi dan timsesnya.

Dalam pertemuan tersebut, pihak saksi nomor urut 3 tidak bisa membuktikan secara otentik terhadap yg mereka tuduhkan. “Mereka hanya mengada-ngada, tidak bisa diproses hukum,” ujar salah seorang anggota P2K, Supriadi Ahmad, S.AN melalui pesan singkat kepada jurnalis SatuAcehNews.

Rapat yang melibatkan seluruh pihak yang melakukan protes, pelaksana pilkeuchik, dan pihak muspicam tersebut didapatkan kesepakatan damai. “Mereka sudah damai serta sudah menerima dengan hasil pilchiksung Ujong Tanoh Darat Tahun 2022,” lanjut Supriadi.

Ketua Panitia Pemilihan Kepala Desa (P2K) Gampong Ujong Tanoh Darat, M. Yunus Bidin, SH., MH. memberikan pernyataan kepada SatuAcehNews bahwa apa yang terjadi adalah sebuah proses demokrasi biasa. “Tidak ada sengketa. Ini cuman hal biasa. Ada pihak yang tidak puas dengan hasilnya dan protes,” ujar Yunus Bidin kepada SatuAcehNews melalui saluran telepon.

Yunus Bidin memastikan bahwa panitia pemilihan keuchik di Ujong Tanoh Darat bekerja secara profesional, jujur, dan adil dalam menjalankan tugasnya. “Apa yang mereka tuduhkan atas dasar menduga-duga, prasangka semata. Mereka tidak bisa membuktikan tuduhan mereka. Tidak ada bukti yang bisa ditunjukkan dalam mediasi tersebut,” lanjut Yunus Bidin.

Share to...