PRUcinta Prudential Syariah
PRUcerah Prudential Syariah

PLN UPK Nagan Raya Saweu Dayah, Edukasi Bahaya Kebakaran di Dayah Serambi Mekkah

Pemadaman Kebakaran Saweu DayahPin
PT PLN UPK Nagan Raya melakukan simulasi pemadaman kebakaran dengan menggunakan alat pemadam kebakaran ringan.

SatuAcehNews | Meulaboh – Untuk mengantisipasi risiko kebakaran, PT. PLN Unit Pelaksana Pembangkitan PLN UPK Nagan Raya secara rutin mengadakan edukasi penanggulangan bila terjadi kebakaran di masyarakat, khususnya lingkungan sekolah dan pondok pesantren. Edukasi bahaya kebakaran dalam bentuk PLN UPKNGR Saweu Dayah kali ini dilaksanakan di Dayah Serambi Mekkah, Desa Blang Beurandang Kabupaten Aceh Barat, Kamis (22/09/2022).

Kebakaran DayahPin
Salah seorang santriwati mencoba penggunaan alat pemadam kebakaran untuk memadamkan api.

Dalam sambutannya, Manager PT PLN UPK Nagan Raya Zulfan Idris Kaban yang diwakili oleh Pejabat Pelaksana K3 (Keselamatan & Kesehatan Kerja) M. Gilang menyampaikan bahwa kegiatan ini sebagai kegiatan rutin berupa PLN UPKNGR Saweu Dayah, berupa edukasi apabila terjadi kebakaran di masyarakat, khususnya di lingkungan sekolah dan pesantren.

“Ini adalah komitmen manajemen UPK Nagan Raya di dalam menerapkan keselamatan dan kesehatan di masyarakat. PLN UPKNGR Saweu Dayah merupakan program rutin triwulan, mengedukasi kepada masyarakat khususnya kepada adik-adik kami di lingkungan sekolah dan pondok pesantren saat terjadi kebakaran,” jelasnya.

Sebagai mana diketahui, Dayah Serambi Mekkah Meulaboh telah mengalami 2 kali kebakaran yang dipicu oleh konsleting arus listrik. Kebakaran tersebut menghanguskan kamar pondok para santri sehingga menimbulkan kerugian material yang sangat besar.

“Kita ingin adik-adik santri bisa melakukan upaya pemadaman secara cepat dan tepat sebelum api membesar. Kita bekali adik-adik santri dengan pengetahuan pemadaman dengan alat pemadam tradisional semisal karung goni ataupun handuk yang telah dibasahi air,” jelas Gilang lebih lanjut.

Pimpinan Dayah Serambi Mekkah, Teungku Mutawalli al Khalidi, menyampaikan terimakasih atas kepedulian yang ditunjukkan oleh PT PLN UPK Nagan Raya dalam bentuk Saweu Dayah. Teungku Mutawalli menjelaskan bahwa Dayah Serambi Mekkah pernah mengalami 2 kebakaran besar di tahun 2021.

“Di awal tahun 2021 lalu Dayah kita ini pernah mengalami kebakaran besar. 15 bilik santri habis terbakar. Dua bulan kemudian terjadi lagi kebakaran yang menghanguskan 10 bilik santri,” urai Teungku Mutawalli.

“Edukasi cara menanggulangi kebakaran ini sangat kita perlukan. Kita tidak berharap musibah kebakaran kembali terjadi, namun bila Allah berkehendak, para santri bisa lebih siap memadamkannya sebelum api menjadi besar,” lanjut beliau.

Edukasi penanggulangan bahaya kebakaran yang dilaksanakan dilakukan dengan memberi penjelasan tentang bagaimana menghindari meminimalisir risiko kebakaran akibat konsleting listrik. Para santri juga diajak melakukan simulasi pemadaman dengan menggunakan peralatan yang ada, seperti handuk.

Tampak para santri baik putra maupun putri begitu semangat saat diberi kesempatan melakukan praktek pemadaman api dengan cara yang benar. Para santri diajarkan menggunakan alat pemadam api ringan dengan cara menyemprotkan racun api dengan benar. Selanjutnya, apabila tidak ditemukan racun api, para santri juga bisa memadamkan api dengan peralatan yang ada seperti handuk yang telah direndam air.

Saweu Dayah, YBM UPK Nagan Raya Serahkan Bantuan kepada Santri

Dalam kesempatan PLN UPK Nagan Raya Saweu Dayah tersebut, Yayasan Baitul Maal PLN UPK Nagan Raya juga menyerahkan bantuan sembako berupa beras, minyak goreng, dan telur. Bantuan tersebut diserahkan oleh YBM PLN UPK Nagan Raya yang diwakili oleh Husnul Hidayat. Sebanyak 30 karung beras, 200 liter minyak goreng, dan 50 papan telur diserahkan kepada pihak pengurus dayah.

Memadamkan Api Dengan Karung BasahPin
Simulasi pemadaman kebakaran dalam kegiatan PLN UPK Nagan Raya Saweu Dayah.

“Alhamdulillah, hari ini saya mewakili YBM UPK Nagan Raya menyerahkan bantuan sembako kepada para santri melalui pengurus dayah,” ujar Hidayat saat menyerahkan bantuan sembako.

Bantuan senilai 10 juta rupiah tersebut adalah amanah dari sedekah dan infak pegawai PLN kepada para santri yang sedang menuntut ilmu agama. “Ini adalah komitmen kami dalam membantu dunia pendidikan Islam bisa lebih berkembang dan melahirkan dai-dai yang mengajarkan Islam ke depan,” urai Hidayat.

Share to...