PRUcinta Prudential Syariah
PRUcerah Prudential Syariah

Kenali Pengertian dan Manfaat Asuransi Syariah

Manfaat Asuransi Syariah KeluargaPin

Asuransi syariah memiliki karakteristik yang berbeda dengan asuransi konvensional. Asuransi syariah merupakan salah satu jenis asuransi yang terapkan di Indonesia. Sebagai salah satu keberadaan dalam bidang keuangan, manfaat asuransi syariah juga mengandung nilai tambah bagi nasabahnya dengan menerapkan nilai-nilai keislaman secara ketat dalam pengelolaan dana nasabah.

Di Indonesia sendiri, asuransi syariah masuk pasar pada tahun 1992 dengan pabrikasi dua produk asuransi jiwa. Asuransi Jiwa Syariah yaitu suatu bentuk investasi melalui tabungan dan pembelian polis proteksi dengan dana yang terutama menghindari riba sesuai syariat Islam jika terjadi resiko kehidupan yaitu kematian.

Kali ini, yuk kita telaah lebih mendalam mengenai produk manfaat asuransi syariah. Pada dasarnya, manfaat asuransi syariah dan konvensional sama-sama bertujuan untuk memberikan proteksi ketika resiko datang menghampiri kita. Bedanya, Asuransi syariah memberikan kesempatan bagi pemegang polisnya untuk saling tolong-menolong dalam kebajikan kepada peserta Asuransi syariah lainnya.

Asuransi Jiwa Syariah juga memiliki fungsi lainnya seperti:

  • Mendapatkan bagi hasil penyertaan dan/atau beban awal investasi (termasuk hutang)
  • Asuransi Jiwa Syariah yaitu suatu bentuk investasi melalui tabungan dan pembelian polis proteksi dengan dana yang terutama menghindari riba.

Asuransi Jiwa Syariah yaitu suatu bentuk investasi melalui menyetorkan sejumlah uang dalam bentuk kontribusi dan pembelian polis proteksi dengan dana yang terutama menghindari riba.

Asuransi ini mencakup perlindungan risiko hidup baik untuk diri sendiri maupun bagi keluarga. Terpercaya dalam mengelola asuransi jiwa syariah, Agen pemasar Asuransi Jiwa Syariah & Manfaat Asuransi Jiwa Syariah memiliki berbagai layanan yang tersedia untuk memudahkan calon pemegang polis asuransi dalam mengajukan permintaan perlindungan asuransi.

Dengan adanya kebijakan MUI untuk menghilangkan praktik syirkah pada asuransi konvensional, perlindungan bagi nasabah terjawab dengan bantuan asuransi syariah.

Asuransi jiwa syariah merupakan salah satu bentuk dari asuransi yang memproduksi komoditas produksi pembayaran premi dan penggantian biaya.

Berbeda dengan asuransi jiwa konvensional adalah salah satu jenis asuransi yang melibatkan pembayaran premi sebagai komisi atau biaya selama diperjanjikan oleh perusahaan-perusahaan tersebut dan tidak berlaku apabila ada kemungkinan bahwa permasalahan dapat dikendalikan dengan baik oleh perusahaan-perusahaan tersebut atau manfaatnya tidak lebih baik dari asuransinya.

Manfaat Asuransi Syariah

Berikut ini adalah manfaat dan keunggulan dari produk asuransi syariah.

1. Tolong-menolong melalui Dana Tabarru’

Prinsip tolong-menolong (takaful atau ta’awun) ini dilakukan melalui investasi aset atau Tabarru’. Tabarru’ adalah bentuk akad yang dilakukan dengan tujuan kebajikan dan tolong-menolong, bukan semata-mata untuk tujuan komersial. Tabarru’ inilah yang menjadi pembeda sekaligus sebagai keunggulan dari produk Asuransi syariah. Dana Tabarru’ yang disetorkan oleh peserta Asuransi syariah akan digunakan untuk membantu peserta lain jika terjadi risiko. Selain mendapatkan manfaat asuransi syariah proteksi finansial dengan tolong menolong, peserta juga dapat berinvenstasi.

2. Ada Distribusi dan Alokasi Surplus Underwriting

Dalam manfaat asuransi syariah, dikenal istilah Surplus Underwriting. Surplus Underwriting  adalah Selisih positif total kontribusi Peserta ke dalam Dana Tabarru’ setelah dikurangi pembayaran santunan/klaim, kontribusi reasuransi, dan cadangan teknis, dalam satu periode tertentu. Hal ini tidak dikenal di produk non Syariah.

Dalam Asuransi syariah Surplus Underwriting dapat dibagikan ke beberapa alokasi. Yaitu ke Dana Tabarru’, pemegang polis, dan perusahaan Asuransi. Tentu saja perhitungan sesuai persentase yang ditetapkan di dalam polis. Jika terjadi Defisit Underwriting, maka perusahaan Asuransi sebagai pengelola melalui Akad Qardh, akan memberikan pinjaman tanpa bunga dari dana perusahaan untuk disalurkan ke dalam Dana Tabarru’ sebagai sumber pembayaran klaim nasabah.

3. Ada Pembagian Hasil sesuai Akad

Prinsip produk Asuransi syariah tidak ada pihak yang merasa dirugikan. Mengapa? Sebab, perusahan Asuransi syariah ini hanya sebagai pengelola dana dari peserta. Maka jika ada keuntungan dari pengelolaan dana tersebut, hasilnya akan kembali lagi pada peserta sebagai manfaat asuransi syariah. Jadi, baik peserta maupun perusahaan Asuransi syariah akan mendapatkan pembagian hasil sesuai akad yang digunakan.

4. Bebas Riba

Riba berasal dari istilah riba fadhl, yang berarti kelebihan (fadhl). Sehingga, riba fadhl adalah kelebihan atau penambahan kuantitas dalam transaksi jual beli barang sejenis, seperti misalnya uang, emas, gandum, atau benda lainnya, yang jumlahnya tidak sama. Asuransi konvensional dikategorikan mengandung riba karena jumlah Premi yang disetor oleh peserta tidak sama dengan jumlah klaim atau santunan yang ia terima. Serah-terima antara Premi dengan klaim pun tidak dilakukan dalam waktu bersamaan. Investasi yang terdapat dalam Asuransi konvensional juga ditempatkan pada instrumen-instrumen ribawi.

Sebaliknya, Asuransi syariah disebut bebas riba karena tidak ada dana peserta yang hangus. Sebab, Asuransi syariah akan memberikan nasabah berupa klaim, santunan, atau Surplus Underwriting. Selain itu, dana yang masuk akan dikelola pada instrumen investasi yang sesuai dengan prinsip syariah dengan diawasi DSN-MUI dan OJK. Investasi yang ditawarkan di Asuransi Syariah juga menggunakan akad yang jelas sehingga peserta lebih nyaman.

5. Lebih Transparan

Pengelolaan dana oleh perusahaan Asuransi syariah dilakukan lebih transparan baik dalam hal penggunaan Kontribusi peserta Asuransi, Surplus Underwriting maupun pembagian hasil investasi manfaat asuransi syariah. Ketika terjadi Surplus Underwriting, perusahaan Asuransi akan membaginya menjadi tiga bagian yang nilainya telah dituangkan dalam akad. Pembagian keuntungan manfaat asuransi syariah ini terdiri dari bagian yang masuk ke Dana Tabarru’, bagian yang diberikan pada peserta, dan bagian yang akan diberikan kepada perusahaan Asuransi.

Pembagian keuntungan juga dilakukan secara proporsional. Artinya, peserta yang memberikan banyak kontribusi, akan mendapat banyak pembagian keuntungan juga. Ketentuan mengenai pembagian keuntungan yang tertuang dalam akad sejak awal perjanjian ini menunjukkan bahwa manfaat Asuransi syariah transparan.

6. Diawasi Dewan Pengawas Syariah untuk Menjamin Transaksi sesuai Prinsip Syariah

Dewan Pengawas Syariah (DPS) melakukan pengawasan terhadap pemenuhan prinsip syariah dalam kegiatan usaha lembaga keuangan syariah, termasuk Asuransi syariah. Hal ini dimungkinkan karena para anggota DPS merupakan rekomendasi dari Dewan Syariah Nasional MUI.

Di samping berperan sebagai pengawas, DPS tak juga berfungsi memberikan persetujuan atas transaksi dan manfaat asuransi syariah yang dilakukan perusahaan asuransi syariah, agar sesuai dengan prinsip-prinsip syariat Islam. Misalnya, menentukan instrumen apa saja yang dapat dijadikan portofolio investasi oleh Asuransi syariah.

Asuransi Syariah Pilihan Perencanaan Keuangan

Asuransi Jiwa Syariah merupakan salah satu terobosan yang menjadi alternatif bagi sebagian orang warga Indonesia yang tertarik dengan konsep perencanaan keuangan Islam pada umumnya. Dengan adanya asuransi syariah ini, bisa menjadi lebih baik dibandingkan dengan lainya, apalagi bila memiliki dana yang cukup untuk kebutuhan hidup sehari-hari.

Anda harus mempelajari segala manfaat dan persyaratan asuransi jiwa syariah sebelum memutuskan berasuransi. Anda dapat mengunjungi laman https://prusyariah.my.id untuk mendapatkan informasi yang cukup tentang jenis-jenis asuransi syariah dan manfaat asuransi syariah, khususnya dari Asuransi Syariah Prudential.

 

Share to...