PRUcinta Prudential Syariah
PRUcerah Prudential Syariah

Baca SatuAceh News di Google News

Momentum Hardikda, SOMBEP Aceh Barat Tuntut Normalisasi Pendidikan di Aceh

Whatsapp Image 2021 09 01 At 23.47.46 Momentum Hardikda, Sombep Aceh Barat Tuntut Normalisasi Pendidikan Di AcehPin

Whatsapp Image 2021 09 01 At 23.47.47 Momentum Hardikda, Sombep Aceh Barat Tuntut Normalisasi Pendidikan Di AcehPin

SatuAcehNews – Aceh Barat | Pada momentum Hari Pendidikan Daerah (HARDIKDA) yang Ke-62, Solidaritas Mahasiswa Bela Pendidikan (SOMBEP) Aceh Barat tuntut normalisasi pendidikan di Aceh pada era pandemi Covid-19, Kamis (02/09/2021).

SOMBEP yang merupakan salah satu lembaga perkumpulan sejumlah aktivis mahasiswa yang peduli terhadap kondisi dan isu-isu pendidikan terkini. Berkaitan dengan kondisi negara saat ini yang menghadapi wabah Covid-19, sehingga memberlakukan pembatasan di berbagai ruang publik termasuk arena pendidikan.

Selanjutnya bertepatan dengan momentum Hari Pendidikan Daerah ke-62 yaitu Jum’at, (03/09), SOMBEP Aceh Barat menuntut kepada Pemerintah Aceh maupun Pusat agar melakukan normalisasi kehidupan masyarakat Aceh, khususnya normalisasi di bidang pendidikan.

Melalui Sekretaris Jenderalnya yakni Rovki Muhammad Akbar ia menyampaikan kepada awak media perihal tuntutan lembaga tersebut yang menginginkan proses pembelajaran seperti tahun-tahun lalu yaitu tatap muka.

Whatsapp Image 2021 09 01 At 23.40.08 Momentum Hardikda, Sombep Aceh Barat Tuntut Normalisasi Pendidikan Di AcehPin

“Pada momentum Hardikda tahun ini kami sangat menuntut pemerintah agar menormalkan kembali kondisi pendidikan di Aceh dari perguruan tinggi hingga sekolah dasar yakni melakukan tatap muka,” tegas Rovki.

Selain itu Sekjend SOMBEP itu juga mengemukakan alasan mengapa lembaga mereka meminta agar segera dilakukannya proses pembelajaran tatap muka atau normalisasi pendidikan yang mereka nilai tidak efektif.

“Tidak meratanya akses dan kecepatan internet di beberapa daerah di Aceh merupakan suatu kendala besar dalam proses pembelajaran secara daring serta minimnya pengawasan oleh tenaga pengajar hingga tenaga pengajar yang malas, ini semua ialah bentuk tidak efektifnya proses kuliah daring,” jelas Sekjend Sombep itu.

Terakhir ia juga menyampaikan beberapa dari sekolah atau jenjang pendidikan ada yang melakukan kegiatan pembelajaran secara tatap muka namun ada juga yang daring.

Menurutnya jika memang seperti itu mengapa tidak di berlakukan tatap muka secara menyeluruh mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tingga dengan permberlakuan protokol kesehatan yang ketat.

“Toh, beberapa jenjang sekolah sudah ada yang tatap muka, lantas mengapa tidak menyeluruh saja, dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat,” tutupnya. (AHD)

Baca SatuAceh News di Google News

Share to...