PRUcinta Prudential Syariah
PRUcerah Prudential Syariah

Baca SatuAceh News di Google News

Gelar Mukhayyam Al-Qur’an, IKADI Targetkan Khatam 30 Juz dalam Tiga Hari

Img 20220408 Wa0107 Gelar Mukhayyam Al-Qur’an, Ikadi Targetkan Khatam 30 Juz Dalam Tiga HariPin

SatuAcehNews | Meulaboh – Pengurus Daerah Ikatan Da’i Indonesia (IKADI) Aceh Barat mengadakan kegiatan mukhayyam Al-Qur’an bagi seluruh masyarakat Aceh Barat yang berlangsung di lingkungan sekolah Yayasan Al-Maghribi, Gampa, Meulaboh.

Kegiatan mukhayyam Al-qur’an yang bertemakan “Menghiasi Ramadhan dengan Al-Qur’an” akan berjalan selama tiga hari dua malam, 8-10 April 2022 diikuti 200 peserta se-Aceh Barat.

Tgk. Fauzi, SP sebagai penanggungjawab acara, saat membuka acara mengatakan bahwa mukhayyam Al-Qur’an ini merupakan program IKADI untuk meningkatkan kualitas bacaan dan hafalan Al-Qur’an masyarakat Aceh Barat. Maka diharapkan semua peserta mengikuti kegiatan ini dengan anstusias dan totalitas.

“Mulai dari niat kita untuk mengikuti acara ini dari awal sampai akhir, dan kita maksimalkan program ini untuk meningkatkan kualitas Al-Qur’an kita semua,” ujarnya.

Di sisi lain, salah satu Ulama Aceh Barat sekaligus Pembina IKADI Aceh Barat, Tgk. H. Surianto Sudirman, Lc. MA memberikan taujih untuk seluruh peserta dan panitia. Dalam taujihnya, Tgk. Surianto mengharapkan interaksi masyarakat Aceh dengan Al-Qur’an bisa kembali sebagaiamana generasi salaf dan khalaf. Karena kejayaan Islam hanya dapat kita kembalikan dengan sebuah marji’iyah (referensi) yang kebenarannya mutlak, dan itu adalah Al-Qur’an.

“Referensi itu ada ditengah-tengah kita, sedangkan kita tertidur di tengah referensi itu. Padahal orang lain mencari referensi tersebut untuk keluar dari kegelapan”, ujarnya.

Tgk. Surianto juga mengatakan, mukhayyam Al-Qur’an adalah salah satu ciri khas kegiatan IKADI saat ramadhan. Karena Al-Qur’an diturunkan di bulan ramadhan. Maka sudah seharusnya kita meningkatkan kembali kebersamaan dengan Al-Qur’an secara lebih intens.

“Al-qur’an itu sumber. Semua ada dalam Al-Qur’an. Hanya saja kita yang tidak tau”, tegas Tgk. Surianto.

Saat Al-Qur’an sudah kembali kita baca dengan benar dengan tajwid dan hukumnya. Setelah itu kita akan bisa membaca penjelasan para ulama terkait ribuan Mutiara yang terkandung di dalam Al-Qur’an.

“Membaca Al-Qur’an itu wajib dengan tajwid. Jika tidak bisa secara nadzhari (teori) maka minimal di mukhayyam bacaan Al-Qur’an kita bisa terperbaiki secara aplikatif”, jelasnya.

Salah satu yang menjadi fokus utama dalam kegiatan mukhayyam Al-Qur’an adalah Tahsin (memperbaiki bacaan Al-Qur’an) yang di bimbing oleh para mentor yang mumpuni.

Selain itu juga peserta di tuntut bisa menambah hafalan Al-Qur’an dan khatam tilawah 30 Juz selama tiga hari. Dan juga di barengi dengan ibadah-ibadah yang lain, seperti tarawih berjama’ah, qiyamul lail, shalat sunnah dhuha dan kajian tafsir setiap setelah shalat subuh.

Baca SatuAceh News di Google News

Share to...