PRUcinta Prudential Syariah
PRUcerah Prudential Syariah

Baca SatuAceh News di Google News

2 Tahun Beroperasi di Bangkaru, Yayasan Ecosystem Impact Belum Terdaftar di Badan Kesbangpol Singkil

Img 20221010 112818 Scaled 2 Tahun Beroperasi Di Bangkaru, Yayasan Ecosystem Impact Belum Terdaftar Di Badan Kesbangpol SingkilPin
Yayasan Ecosystem Impact saat melakukan sosialisasi program Bangkaru di Gedung Serbaguna Desa Asantola Kecamatan Pulau Banyak Barat, Senin, 10/10/2022. (Foto : AHA)

SatuAcehNews | Singkil – Yayasan Ecosystem Impact telah beroperasi di Kabupaten Aceh Singkil sekitar 2 Tahun mulai dari Tahun 2020, tepatnya di Pulau Bangkaru Kecamatan Pulau Banyak Barat, namun pihak yayasan tersebut belum mendaftar ke Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Badan Kesbangpol) Kabupaten Aceh Singkil, Senin, 10/10/2022.

Kegiatan Yayasan Ecosystem Impact di Pulau Bangkaru tersebut adalah konservasi penyu.

Hal itu diketahui, ketika Reporter bertanya kepada Program Manager Bangkaru, M. Mukhlis Saputra saat dikonfirmasi, dan membenarkan bahwa hingga saat ini Yayasan Ecosystem Impact memang belum melakukan pendaftaran ke Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Badan Kesbangpol) Kabupaten Aceh Singkil, pihaknya hanya melalui BKSDA.

Img 20221010 112703 2 Tahun Beroperasi Di Bangkaru, Yayasan Ecosystem Impact Belum Terdaftar Di Badan Kesbangpol SingkilPin

Mukhlis mengatakan bahwa yayasan tersebut pada awalnya berkantor di Medan Sumatera Utara bukan di Provinsi Aceh, dan saat ini sedang masa peralihan.

“Dia (Yayasan Ecosystem Impact) bukan di Aceh di Medan, makanya sekarang peralihan dari Medan ke Aceh. Dia Kesbangpol Medan tapi peralihan ke Aceh. Karenakan kantor awalnyakan di Medankan jadi sekarang lagi masa peralihan,” kata Mukhlis saat ditanyai awak media di sela-sela acara Sosialisasi Program Bangkaru di Kecamatan Pulau Banyak Barat, Senin, 10/10/2022.

Diketahui dari rekap data surat keterangan terdaftar (SKT) ormas yang masih aktiv di himpun media ini bersumber dari Kesbangpol Provinsi Aceh update tanggal 21 Februari 2021 memang tidak ditemukan Yayasan Ecosystem Impact. Kemudian rekap data tersebut dikirimkan kepada Program Manager Bangkaru, M. Mukhlis Saputra untuk meminta klarifikasi lebihlanjut.

Kemudian Mukhlis membalas dengan mengirimkan SKT yang dikeluarkan oleh Badan Kesbangpol Kabupaten Simeulue bukan yang dikeluarkan oleh Badan Kesbangpol Aceh Singkil.

“Iya Simeulue (SKT), yang Aceh Singkil belum,” terang Mukhlis.

“Kesbangpol Aceh Singkil belum, karena kalau disinikan kita masuknya hanya melalui BKSDA ya, tapi yang Kesbangpolnya belum,” lanjut Mukhlis menjawab pertanyaan Reporter tentang kapan rencana didaftar ke Kesbangpol Aceh Singkil.

“Sepertinya harus, tapi belum tau ya kita keputusan apa namanya seperti apa kedepannya. Karena memang kita sementara kita menjalin hubungan dengan BKSDA dulu, memang fokus programnyakan masih sebatas di Bangkaru,” ungkapnya.

Untuk diketahui bahwa Pulau Bangkaru merupakan pulau yang terletak di Kabupaten Aceh Singkil yang sejak lama telah dikenal dengan keindahannya, dan memiliki penyu-penyu langka yang masih temukan di sana.

Hingga berita ini diterbitkan, dari informasi yang rangkum wartawan berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 57 Tahun 2017 tentang Pendaftaran dan Pengelolaan Sistem Informasi Organisasi Kemasyarakatan, memang belum diketahui tentang adanya aturan yang mewajibkan sebuah ormas harus terdaftar di wilayah tertentu baik kabupaten maupun provinsi. Namun apakah dibolehkan kah sebuah ormas atau lembaga beroperasi di wilayah tertentu baik itu kabupaten maupun provinsi tanda mendaftar/melapor terlebih dahulu kepada Pemerintah Daerah atau Pemerintah Provinsi?
(AHA)

Baca SatuAceh News di Google News

Share to...