PRUcinta Prudential Syariah
PRUcerah Prudential Syariah

Baca SatuAceh News di Google News

Pengeboran Cari Cadangan Migas Baru di Aceh Utara Dimulai Desember 2022

Img 20221129 Wa0083 Pengeboran Cari Cadangan Migas Baru Di Aceh Utara Dimulai Desember 2022Pin
Sosialisasi Pengeboran Migas Baru PT PGE Area AOB & Rayeu. (Foto : Ist)

SatuAcehNews | Aceh Utara – PT Pema Global Energi (PGE) merencanakan kegiatan Drilling (Pengeboran) di wilayah Kabupaten Aceh Utara untuk mencari cadangan Minyak dan Gas (Migas) baru yang akan dimulai pada Desember 2022.

Direktur Utama PT PGE, Teuku Muda Ariaman, sebelumnya melaporkan bahwa kegiatan survei seismic sudah berlangsung dengan baik sebagaimana sesuai dengan arahan Pj Bupati Aceh Utara, Azwardi.

“Alhamdulillah lancar, sesuai dengan arahan Pak Pj Bupati, terimakasih kepada Pak Pj Bupati atas dukungan terhadap kegiatan PT PGE,” ungkap Ariaman pada Sosialisasi Pengeboran PT PGE area AOB dan Rayeu, Selasa (29/11/2022).

Sosialisasi yang berlangsung di Oproom Kantor Bupati Aceh Utara ini dihadiri Pj Bupati Aceh Utara Azwardi beserta jajaran Forkopimda setempat, Asisten II, Dirut Utama PT PGE, mantan Dirut PT PEMA, Zubir Sahim, para Kepala SKPK, para Camat, para Geusyik lokasi rencana drilling, dan sejumlah pejabat PT PGE.

Dalam hal ini Ariaman menyebutkan, terdapat tiga titik lokasi rencana pengeboran yaitu satu titik di Kecamatan Baktiya dan dua titik di Kecamatan Syamtalira Aron. Ketiga titik ini pada tahun 1974 pernah dilakukan Drilling oleh perusahaan Mobil Oil.

“Ketiga titik ini dulu tahun 1974 sudah pernah dilakukan drilling oleh perusahaan Mobil Oil, titik ini yang kita coba kerjakan kembali karena berdasarkan hasil seismic terdeteksi cadangan Migas,” imbuh Ariaman.

Pekerjaan drilling, kata dia, akan dimulai pada Minggu terakhir di bulan Desember 2022, dan diperkirakan akan selesai pada bulan Juli tahun 2023. Pekerjaan diawali dengan penyiapan lahan, penyiapan akses jalan yang bisa masuk peralatan berat, serta mobilisasi peralatan.

“Peralatan berat dibawa dari Cilegon diangkut lewat laut ke pelabuhan Krueng Geukueh dan dilanjutkan melalui jalan darat,” jelas Ariaman. Untuk pekerjaan Drilling dibutuhkan waktu sekitar 42 hari pada setiap sumur.

Sedangkan spesifikasi pengeboran sama di setiap sumur, yakni dengan kedalaman sekitar 7000 ft. Sementara tenaga kerja yang terlibat langsung berjumlah 48 orang tenaga skill, ditambah dengan 42 orang non skill.

Untuk menangani pekerjaan tersebut manajemen PT PGE telah mengkontrakkan kepada PT Bina Mitra Artha (BMA) yang dinilai sangat kompeten dan berpengalaman dengan pekerjaan drilling Migas.

“Tentu nanti akan ada juga perusahaan-perusahaan lokal yang ikut terlibat. Mohon arahannya Pak Bupati agar kegiatan ini berjalan baik, kita butuh dukungan,” pinta Ariaman. (CSB)

Baca SatuAceh News di Google News

Share to...