PRUcinta Prudential Syariah
PRUcerah Prudential Syariah

Baca SatuAceh News di Google News

Sosial  

PT PGE Diharapkan Perhatikan Tenaga Kerja Lokal

Img 20230104 Wa0036 1 Pt Pge Diharapkan Perhatikan Tenaga Kerja LokalPin
Ketua Forum Komunikasi Pemberdayaan Pemuda Aceh, Rajali. (Foto : Ist)

SatuAcehNews | Aceh Utara – Forum Komunikasi Pemberdayaan Pemuda Aceh (FKPP- Aceh), mendukung rencana kegiatan drilling (Pengeboran) yang akan dilakukan oleh PT. Pema Global Energi (PGE) di wilayah Kabupaten Aceh Utara untuk mencari cadangan migas baru.

Menurut Ketua FKPP Aceh, Rajali, dalam Siaran Pers yang diterima SatuAcehNews, Rabu (04/01/2023), kegiatan drilling yang dilakukan PT PGE terletak satu titik di Kecamatan Baktiya dan dua titik di Kecamatan Syamtalira Aron.

“Mudah-mudahan pemboran tersebut dapat menemukan cadangan gas alam baru, sehingga menjadi sinyal positif yang menggembirakan dan akan membangkitkan kembali Kota Petro Dolar,” terang Rajali.

Sebagaimana informasi yang didapatkan, imbuh Rajali, pekerjaan drilling tersebut akan dimulai pada awal tahun 2023, dan diperkirakan akan selesai pada Juli 2023.

FKPP Aceh dalam hal ini meminta manajemen PT PGE yang telah mengkontrakkan pekerjaan drilling tersebut kepada PT Bina Mitra Artha (BMA) yang dinilai sangat kompeten dan berpengalaman dengan pekerjaan drilling migas.

“Agar memperhatikan tenaga kerja lokal maupun kontraktor lokal dilibatkan dalam kegiatan pengeboran yang dilakukan itu. Target pengeboran tiga sumur itu bukan pekerjaan ringan, sehingga pastinya akan membutuhkan tanaga kerja lebih banyak,” imbuhnya.

Dalam penerimaan tenaga kerja itu, diharapkan lebih memprioritaskan tenaga kerja lokal atau masyarakat setempat dengan mempertimbangkan aspek kemampuan, keterampilan dan keahlian yang dibutuhkan.

Pihaknya juga menegaskan agar pelaksanaan pekerjaan harus memperhatikan keberadaan lingkungan terutama yang berada dilokasi pemboran dan ketentraman masyarakat sekitar lokasi juga harus menjadi perhatian perusahaan.

“Jangan sampai keberadaan pemboran minyak dan gas baru ini justru meresahkan masyarakat setempat,” demikian Rajali dalam Siaran Persnya. (CSB)

Baca SatuAceh News di Google News

Share to...