Beranda Sepak Bola Ozil Mengungkap Konflik dengan Arsenal: Saya Dilarang Setelah Berbicara tentang Uighur

Ozil Mengungkap Konflik dengan Arsenal: Saya Dilarang Setelah Berbicara tentang Uighur

151
0

JAKARTA – Mesut Ozil telah membuka luka lamanya di Arsenal. Mantan gelandang Jerman itu mengklaim bahwa ia dihapus dari susunan pemain inti setelah angkat bicara mengenai perlakuan terhadap Muslim Uighur di China. Menurut laporan yang dikutip dari The Mirror pada Kamis, 30 April, Ozil membuat pengakuan tersebut dalam Leadership in the Age of Confusion Summit awal pekan ini. Dia mengatakan bahwa Arsenal “menutup pintu” dan tidak lagi mengizinkannya bermain sebelum kemudian hengkang pada tahun 2021.

Kasus ini bermula pada akhir 2019. Ozil memposting sebuah pernyataan tentang dugaan pelanggaran hak asasi manusia di Xinjiang. Arsenal kemudian menjaga jarak melalui pernyataan di Weibo, platform media sosial China.

“Konten yang dipublikasikan adalah pendapat pribadi Ozil. Sebagai klub sepak bola, Arsenal selalu memegang prinsip untuk tidak terlibat dalam politik,” demikian pernyataan Arsenal saat itu.

Ozil mengakui bahwa ia sadar risiko yang akan dihadapinya dengan mengunggah konten tersebut. Namun, ia tetap melakukannya.

“Aku tahu jika aku memposting sesuatu seperti ini, aku akan mengalami masalah. Tapi aku tidak peduli,” kata Ozil.

Dia kemudian menuduh situasi di Arsenal berubah. “Mereka menutup pintu bagiku. Mereka tidak membiarkanku bermain lagi,” ujarnya.

Ozil mengakui bahwa ia memahami sikap rekan-rekannya yang memilih menjaga jarak. Menurut Ozil, mereka juga bisa terpengaruh jika terlalu dekat dengannya.

Ozil menyebut periode tersebut sebagai masa sulit. Dia mengakui bahwa ia di luar skuad dan berlatih sendirian selama delapan bulan. Kontraknya di Emirates kemudian diakhiri dengan kesepakatan bersama sebelum ia pindah ke Fenerbahce pada Januari 2021.

“Aku menikmati bermain sepak bola. Mereka merampas itu dariku,” kata Ozil.

Dia juga mengatakan bahwa dukungan keluarganya membantunya melewati masa sulit tersebut. Menurut Ozil, istri dan anak-anaknya menjadi sumber kekuatan ketika karirnya di Arsenal memudar.

Namun, pada saat itu Arsenal membantah bahwa keputusan klub didasarkan pada pertimbangan komersial atau sikap politik Ozil. Mantan Chief Executive Arsenal, Vinai Venkatesham, mengatakan bahwa tidak fair mengatakan bahwa klub membuat keputusan bisnis dalam kasus ini.

Kasus ini sekali lagi menyoroti posisi klub besar saat isu politik, pasar global, dan keputusan olahraga bertemu.