Arsenal Teruskan Kejar Juara Liga Premier Setelah Kalahkan Fulham 3-0
Arsenal menolak menyerah setelah kalah 1-2 dari Manchester City. Mereka bertahan konsisten dan berharap untuk meraih trofi Liga Premier Inggris setelah mengalahkan Fulham 3-0 dalam pertandingan di Stadion Emirates, Sabtu, 3 Mei 2026 WIB.
Arsenal tidak kehilangan harapan setelah meraih dua kemenangan beruntun di Liga Premier. Meskipun kalah dari Man City, mereka memang kehilangan posisi di puncak klasemen.
Kemenangan dalam pertandingan besar di Etihad membuat Man City berhasil merebut takhta dengan keunggulan produktivitas gol karena kedua tim memiliki jumlah poin yang sama, yakni 70. Persaingan untuk gelar liga pun semakin ketat.
Sementara Man City masih harus bermain pertandingan semifinal Piala FA, Arsenal memanfaatkan kesempatan untuk menduduki posisi puncak kembali. Tim Mikel Arteta mengalahkan Newcastle United 1-0 dan kemudian menang 3-0 melawan Fulham dalam Derby London.
Keberhasilan meraih tiga poin penting tidak hanya mengonfirmasi posisi Arsenal di puncak, tetapi juga meninggalkan Man City yang hanya akan menghadapi tuan rumah Everton, Senin, 4 Mei 2026 WIB.
Man City masih memiliki dua pertandingan dan berpotensi meraih posisi puncak klasemen kembali jika mereka memenangkannya asal selisih gol mereka lebih baik. Saat ini, Arsenal memiliki selisih gol +41. Sementara Man City hanya +37 jadi jika poin mereka sama dan Man City gagal memperbaiki selisih gol, maka Arsenal akan tetap berada di posisi puncak.
Meskipun kehilangan poin dalam pertandingan melawan Everton, peluang tim Pep Guardiola untuk meraih gelar liga diprediksi mulai menipis. Man City masih akan memainkan lima pertandingan dalam kompetisi domestik. Sementara itu, Arsenal hanya akan memainkan tiga pertandingan lagi.
“Dengan posisi dan persaingan seperti ini, kita harus memenangkan setiap pertandingan yang tersisa. Kami juga telah menunjukkan performa bagus dan senang mendapatkan tiga poin,” kata striker Viktor Gyokeres, yang mencetak dua gol dalam pertandingan, kepada The Sun.
“Kami selalu percaya bahwa kita bisa bermain sangat baik saat bermain dan menciptakan banyak peluang. Kami sangat menikmati pertandingan dan melakukannya dengan baik. Kami tidak berhenti percaya. Jadi, kita hanya perlu fokus pada pertandingan selanjutnya,” katanya lagi.
Sementara itu, manajer Fulham Marco Silva menyatakan bahwa absennya beberapa pemain pilar membuat tim tidak bisa tampil optimal saat menghadapi Arsenal. Mereka kesulitan menekan dan bahkan tidak bisa mengikuti permainan The Gunners.
“Kami benar-benar ingin bermain lebih agresif dengan intensitas tinggi untuk memberikan tekanan kepada mereka. Tapi kami merasa sulit untuk melakukannya. Bahkan, secara keseluruhan kami tidak berada di level mereka di babak pertama,” kata Silva.
“Tentu, tim ini akan lebih kuat jika semua pemain terbaik bisa dimainkan. Sayangnya, kami kehilangan pemain kunci dalam minggu-minggu krusial seperti ini,” katanya.
Arsenal, yang tengah mempersiapkan diri untuk bertanding di semi-final kedua Liga Champions melawan Atletico Madrid, berusaha untuk lebih agresif saat menjamu Fulham. Dominasi klub London Utara itu langsung terlihat sejak menit pertama. Akibatnya, pertandingan hanya berlangsung sembilan menit, Arsenal sudah unggul.
Gol diciptakan setelah Bukayo Saka, yang kembali ke starting line-up pertama kali setelah pulih dari cedera achilles Maret lalu, berhasil melewati Raul Jimenez dan kemudian memberikan umpan silang yang disambut oleh Gyokeres.
Skor berubah menjadi 1-0 untuk Arsenal dan mereka semakin agresif menekan Fulham. Permainan ofensif Arsenal membuat sulit bagi Fulham untuk berkembang. Namun, mereka mengancam gawang David Raya melalui Jimenez. Namun, Raya tidak mengalami kesulitan dalam menanganinya.
Tak lama kemudian, giliran Saka untuk memecahkan gawang Fulham. Kali ini, Gyokeres memberikan assist yang diselesaikan oleh Saka untuk mengalahkan kiper Bernd Leno pada menit ke-40.
Unggul 2-0 tidak membuat pemain Arsenal merasa puas. Mereka tetap menekan pertahanan Fulham. Gyokeres berhasil mencetak gol keduanya pada injury time babak pertama.
Gol dimulai ketika Gyokeres, yang berlari melalui pertahanan Fulham, menyambut umpan silang Leandro Trossard. Gyokeres, yang menang dalam duel udara, menyundul bola untuk memecahkan gawang tim tamu. Skornya menjadi 3-0 dan bertahan hingga turun minum.
Di babak kedua, Arsenal melambatkan tempo permainan. Mereka tidak lagi bersikeras dan menyimpan energi untuk menghadapi Atletico dalam semi-final kedua Liga Champions di Emirates tengah pekan. Keduanya bermain imbang 1-1 dan Arsenal harus menang dalam pertandingan dengan skor apa pun untuk lolos ke final.
Arsenal yang bermain lebih santai tidak menambah gol. Di sisi lain, Fulham juga tetap berjuang untuk menembus pertahanan tim tuan rumah sehingga Raya berhasil mencatatkan clean sheet dalam pertandingan ini. Skor 3-0 untuk Arsenal bertahan hingga akhir pertandingan.




