Beranda Sepak Bola Ozil Mengungkap Konflik dengan Arsenal: Saya Dilarang Setelah Membicarakan Uighur

Ozil Mengungkap Konflik dengan Arsenal: Saya Dilarang Setelah Membicarakan Uighur

95
0

JAKARTA – Mesut Ozil telah membuka luka lamanya di Arsenal. Mantan gelandang Jerman tersebut mengklaim bahwa dia dihapus dari lineup utama setelah bersuara tentang perlakuan terhadap Muslim Uighur di Cina.

Menurut laporan dari The Mirror yang dikutip pada Kamis, 30 April, Ozil membuat pengakuan tersebut dalam Konferensi Kepemimpinan di Era Kebingungan awal pekan ini. Dia mengatakan bahwa Arsenal “menutup pintu” dan tidak lagi membiarkannya bermain sebelum meninggalkan klub pada tahun 2021.

Kasus ini dimulai pada akhir 2019. Ozil memposting pernyataan tentang dugaan pelanggaran hak asasi manusia di Xinjiang. Arsenal kemudian menjaga jarak melalui pernyataan di Weibo, platform media sosial Cina.

“Arsenal selalu berpegang pada prinsip untuk tidak terlibat dalam politik,” kata Arsenal kala itu.

Ozil mengakui bahwa dia menyadari risiko yang akan ditanggung dari postingan tersebut. Namun, dia tetap melakukannya.

“Saya tahu jika saya memposting sesuatu seperti ini, saya akan mendapat masalah. Tapi saya tidak peduli,” kata Ozil.

Dia kemudian menuduh situasi di Arsenal berubah. “Mereka menutup pintu bagi saya. Mereka tidak membiarkan saya bermain lagi,” katanya.

Ozil mengakui bahwa dia memahami sikap rekan-rekannya yang memilih menjaga jarak. Menurut Ozil, mereka juga bisa terpengaruh jika terlalu dekat dengannya.

Ozil menyebut periode itu sebagai masa sulit. Dia mengakui bahwa dia di luar skuad dan berlatih sendirian selama delapan bulan. Kontraknya di Emirates kemudian diakhiri dengan kesepakatan bersama sebelum pindah ke Fenerbahce pada Januari 2021.

“Saya menikmati bermain sepak bola. Mereka merampas itu daripada saya,” kata Ozil.

Dia juga mengatakan bahwa dukungan keluarga membantunya melewati masa sulit. Menurut Ozil, istri dan anak-anaknya menjadi sumber kekuatan ketika karirnya di Arsenal memudar.

Namun, pada saat itu Arsenal membantah bahwa keputusan klub didasarkan pada pertimbangan komersial atau sikap politik Ozil. Mantan Chief Executive Arsenal, Vinai Venkatesham, mengatakan bahwa tidak adil untuk mengatakan bahwa klub membuat keputusan bisnis dalam kasus tersebut.

Kasus ini sekali lagi menyoroti posisi klub besar ketika isu politik, pasar global, dan keputusan olahraga bertemu.