Jakarta (ANTARA) – Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menyatakan bahwa Piala Presiden 2026, melibatkan 64 klub Liga Indonesia 4 dari 38 provinsi, menunjukkan bahwa sepak bola bisa menjadi kekuatan penyatuan nasional melalui pengembangan dari akar rumput. “Piala Presiden tahun ini adalah bukti bahwa sepak bola bisa menjadi alat penyatuan dan harus dibangun dari tingkat akar rumput,” katanya di sini pada Kamis saat mengomentari hasil pengundian turnamen bergengsi tersebut.
Thohir menjelaskan bahwa edisi kedelapan turnamen ini menampilkan representasi dari seluruh negeri dan menunjukkan bahwa pengembangan sepak bola nasional harus didasarkan pada sistem kompetisi akar rumput bertingkat.
Pengundian, yang diadakan pada Rabu (13 Mei), membagi 64 klub menjadi 16 grup, mulai dari Grup A hingga Grup P. Pertandingan akan diadakan secara bersamaan di 16 kota dari 30 Mei hingga 11 Juni.
Menurutnya, Piala Presiden bukan hanya sebuah turnamen tetapi juga merupakan titik pertemuan bagi klub-klub yang sebelumnya telah menonjol dalam kompetisi regional di tingkat kecamatan, kota, dan provinsi.
Menteri tersebut menambahkan bahwa Asosiasi Sepak Bola Indonesia (PSSI) bertujuan untuk memastikan pengembangan sepak bola dimulai dari tingkat terendah sekaligus meningkatkan kualitas klub melalui standar kompetitif yang lebih kuat.
Juara dari berbagai turnamen lokal, katanya, pada akhirnya akan maju ke Piala Presiden sebagai panggung nasional bagi klub-klub yang telah lama menjadi tulang punggung pengembangan sepak bola pemuda di Indonesia.
“Kami sedang memikirkan bagaimana sepak bola tidak hanya harus dikembangkan dari tingkat akar rumput, tetapi kami juga harus membandingkan kualitas klub kami dengan klub-klub di negara lain,” katanya.
Berita terkait: Herdman mengatakan Piala Asia 2027 kunci bagi impian Piala Dunia 2030 Indonesia
Translator: Donny, Kenzu Editor: M Razi Rahman Copyright © ANTARA 2026







