Beranda Sepak Bola Persija Jakarta U

Persija Jakarta U

583
0

Persija Jakarta U-20 Juara Elite Pro Academy (EPA) Super League Musim 2025/2026

Persija Jakarta U-20 berhasil memenangkan Elite Pro Academy (EPA) Super League musim 2025/2026 setelah menghentikan Malut United FC di babak final kompetisi untuk kelompok usia ini. Macan Muda berhak naik ke posisi tertinggi setelah menang 1-0 dalam pertandingan final yang berlangsung di Garudayaksa Football Academy, Bekasi, pada hari Minggu, 17 Mei 2026. Gol penentu kemenangan dicetak oleh Theodore Evan Leeming empat menit sebelum waktu normal babak pertama.

Pelatih Persija U-20, Furqon Alkatiri, mengatakan bahwa kemenangan ini merupakan hasil dari kerja keras semua orang di tim selama kurang lebih satu tahun. “Perjuangan anak-anak luar biasa. Hampir setahun kami berkumpul, kami berjuang bersama, dan dengan kerja keras semua tim, akhirnya Persija memenangkan yang pertama. Syukur Alhamdulillah,” katanya di Bekasi setelah pertandingan.

Hasil ini juga membalas kekalahan Persija Jakarta di Elite Pro Academy Super League U-18. Di kategori itu, mereka gagal naik ke podium tertinggi setelah kalah dalam adu penalti melawan Malut United U-18.

Di sisi lain, kekalahan melawan Persija Jakarta di level EPA Super League U-20 berarti bahwa Malut United FC gagal meraih gelar setelah tim U-18 mereka berhasil menahan Persija tanpa gol dalam waktu normal dan kemudian menang tipis 3-2 dalam adu tendangan penalti.

Furqon mengakui bahwa dia sangat bahagia karena selain meraih gelar juara di kategori U-20, Persija Jakarta juga berhasil memenangkan penghargaan akademi terbaik untuk semua tingkat kompetisi. “Alhamdulillah dengan beberapa prestasi yang sudah dicapai Persija tahun ini, semoga menjadi stimulus bagi direktur akademi dan direktur teknis untuk menciptakan banyak pemain dari Persija yang akan menjadi tulang punggung tim nasional,” katanya.

Persija U-20 merupakan pemimpin Grup A dengan 83 poin, hasil dari 32 pertandingan dengan 27 kemenangan, dua imbang, dan tiga kekalahan. Mereka mampu mencetak 110 gol dan hanya kebobolan 16 gol, alias selisih 94 gol.

Di sisi lain, Malut United U-20 merupakan pemimpin Grup B dengan 67 poin, hasil dari 21 kemenangan, empat imbang, dan tujuh kekalahan. Selama babak grup, Malut mampu mencetak 59 gol dan kebobolan 26 gol atau selisih 33 gol.

Direktur Kompetisi I-League Asep Saputra mengatakan bahwa sebagai penyelenggara mereka sangat puas dengan segalanya karena berjalan lancar. Namun, ada beberapa catatan yang akan mereka perbaiki untuk musim mendatang. “Kami masih menyadari bahwa ada beberapa catatan untuk level usia muda, memang catatan dari segi pelanggaran disiplin masih cukup tinggi. Saya rasa ini masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi kami,” katanya.

Selain di level U-18 dan U-20, EPA Super League juga telah menyelesaikan puncak U-16 pada hari yang sama. Di kategori ini, Persik Kediri keluar sebagai juara setelah mengalahkan Persis Solo dengan skor 5-3 dalam adu penalti setelah mereka bermain imbang 1-1 dalam waktu normal.

Bukan hanya trofi juara, I-League sebagai operator kompetisi juga memberikan penghargaan Fair Play individu dan tim untuk semua kategori setelah rangkaian pertandingan selesai.

Dari EPA Super League U-16, penghargaan pemain terbaik diraih oleh Haikal Kamil (Persik Kediri), pelatih terbaik diberikan kepada Imam Rohmawan (Persis Solo), kiper terbaik diberikan kepada Sendy Juliansyah (Dewa United Banten FC), top skor atas nama Ichiro Akbar (Bhayangkara Presisi Lampung FC), dan Fair Play dimenangkan oleh Persija Jakarta.

Kemudian di kategori U-18, pemain terbaik diperoleh oleh Kaindra Nabil (Persib Bandung), pelatih terbaik adalah Ferdiansyah (Persija Jakarta), kiper terbaik diberikan kepada Dhanet Andika (Persis Solo), top skor adalah Hadza Mahendra (Borneo FC Samarinda), dan Fair Play diberikan kepada Persija Jakarta.

Sementara itu, di level U-20, pemain terbaik diperoleh oleh Fahran Darwan (Malut United FC), pelatih terbaik diraih oleh Furqon (Persija Jakarta), kiper terbaik adalah Er Deva Aulia (Persis Solo), top skor adalah Ahmad Mujadid (Persija Jakarta), dan Fair Play dimenangkan oleh Semen Padang FC.