Pemerintah Indonesia siap membentuk satuan tugas untuk menekan pengeboran ilegal dan mengatur sumur minyak yang tidak sah di seluruh negara.
Direktur Kejahatan Tertentu di Badan Reserse Kriminal Polri, Brigadir Jenderal Mohammad Irhamni, mengatakan pada hari Rabu bahwa kenaikan harga minyak global telah membuat langkah ini diperlukan.
Untuk mengantisipasi dampak dari harga yang tinggi, Indonesia perlu memperkuat cadangan minyak domestik sementara banyak sumur ilegal masih beroperasi.
Polri, bersama dengan satuan tugas khusus hulu minyak dan gas bumi Indonesia (SKK Migas), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), dan perusahaan minyak dan gas bumi negara Pertamina, telah memulai pembentukan satuan tugas. Kelompok ini akan mengatur sumur minyak ilegal di beberapa wilayah termasuk Sumatera dan Kalimantan untuk memastikan manajemen sumber daya yang lebih baik.
“Satuan tugas akan beroperasi sesuai dengan arahan pimpinan, termasuk Kementerian ESDM dan SKK Migas, dan akan berkoordinasi dengan Kepala Polri tentang kapan memulai operasi,” katanya.
Untuk menyelesaikan pembentukannya, dilakukan diskusi kelompok fokus untuk membahas aspek teknis penegakan dan koordinasi.
Staf Khusus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Rudy Sufahriadi menjelaskan bahwa sumur yang dikelola oleh masyarakat kini dapat dibeli oleh Pertamina. Berdasarkan Peraturan Menteri Nomor 14 tahun 2025, sumur-sumur ini tidak akan dianggap ilegal lagi asalkan ada perjanjian kerja sama.
“Mereka dapat diakuisisi oleh Pertamina dengan keterlibatan Medco Energi asalkan ada perjanjian kerja sama dan sumur yang ditetapkan,” kata Sufahriadi.
Dia menambahkan bahwa sumur-sumur yang diatur ini akan menjadi sumber pasokan baru bagi Pertamina selama empat tahun. Kebijakan ini tidak akan memperbolehkan pembukaan sumur baru dan fokus secara ketat pada mengelola situs ilegal yang sudah ada.
“Tidak akan ada sumur baru dan untuk yang sudah ada akan dilakukan penegakan,” tegas staf khusus itu.
Dilaporkan Oleh: Nadia, Kenzu Editor: Arie Novarina Hak Cipta © ANTARA 2026







