Beranda Berita Penundaan dadakan Trump: Mengapa ia sebenarnya tidak akan menghancurkan Iran dari awal

Penundaan dadakan Trump: Mengapa ia sebenarnya tidak akan menghancurkan Iran dari awal

19
0

NEW Anda sekarang dapat mendengarkan artikel Fox News! Saya telah memberitahu siapa pun yang mau mendengarkan – ya. Saya bisa menjadi sangat membosankan – bahwa Presiden Donald Trump tidak akan membom Iran kembali ke Zaman Batu. Bahkan setelah dia mengatakan dia akan menghancurkan peradaban Iran dan itu tidak akan pernah pulih, saya tahu dia tidak akan pernah melakukannya. Itu adalah hal terakhir yang ingin dia lakukan. Jadi saya yakin dia akan menemukan semacam jalan keluar terakhir. Dan, tentu saja, dia tidak ingin terlihat mundur dari ancaman yang semakin mengerikan. MENGAPA UCAPAN PERANG TRUMP GAGAL: MENYATAKAN KEMENANGAN TAPI MASIH MEMBOMBARDIR IRAN KEMBALI KE ‘ZAMAN BATU’ Sepertinya sangat jelas bahwa Presiden Donald Trump tidak akan melanjutkan ancamannya yang terbaru untuk membom Iran tanpa henti. (Nathan Howard/Getty Images) Saya mendapat email dari Gedung Putih pada pukul 6:32 Selasa malam. Di situ, ada penundaan lain, setelah serangkaian penundaan sebelumnya. Dia akan memberi Iran dua minggu lagi. Saya mulai memposting dengan gila-gilaan, mengalahkan televisi beberapa menit, dan surat kabar lebih. Tetapi itu hanya karena ponsel saya ada di sana. Jika saya pergi ke kulkas sebentar, saya akan kembali ke laptop saya dan menemukan bahwa dunia telah berubah. Saya yakin dalam hati saya, setelah meliput Trump selama 35 tahun, bahwa dia tidak ingin dikenang sebagai orang yang menghapus peradaban kuno. Hatinya tidak pernah ada dalamnya. Itu hanyalah gertakan sebagai taktik negosiasi. TRUMP MELAWAN PERTEMPURAN BERINGAS, DI DALAM NEGERI DAN DI LUAR NEGERI: MENGAPA IA SANTAI MEMBUANG KONSEKUENSI Namun, dia telah membatasi dirinya sendiri di sudut. Sekutu sebelumnya di media konservatif mengecamnya. “Ini adalah pengakuan terang-terangan genosida terhadap rakyat Iran, yang jelas akan menjadi kejahatan perang. Gila,” Piers Morgan menyatakan.. Beberapa anggota partai Republik mengatakan dia telah pergi terlalu jauh. Bahkan Uskup Katolik Amerika Serikat mengatakan “ancaman untuk menghancurkan seluruh peradaban dan menargetkan infrastruktur sipil dengan sengaja tidak dapat dibenarkan secara moral.” Tidak ada presiden Amerika yang pernah mengucapkan kata-kata seperti itu. Jadi saya pikir satu-satunya kartu yang dimilik…

[Context: The article discusses the events surrounding the potential conflict between the United States and Iran, detailing President Trump’s decision-making process and the reaction to his threats.]

[Fact Check: The article presents speculative scenarios and opinions related to geopolitical events and decisions by political figures.]