Beranda indonisia Gunung Merapi di Indonesia menyemburkan delapan awan panas saat aktivitas gunung meletus...

Gunung Merapi di Indonesia menyemburkan delapan awan panas saat aktivitas gunung meletus meningkat

6
0

Aktivitas gunung berapi Gunung Merapi di Indonesia menunjukkan eskalasi signifikan dengan catatan tiga kali pelepasan awan panas pada Minggu pagi, 12 April 2026.

Selama seminggu terakhir, telah terjadi total delapan kali pelepasan awan panas dari gunung berapi yang terletak di perbatasan Yogyakarta dan Jawa Tengah, dan statusnya telah dipertahankan pada level III atau Waspada sejak November 2020, melansir TEMPO.

Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Bencana Geologi (BPPTKG) melaporkan bahwa aktivitas meningkat ini teramati di tengah hujan yang terus menerus di puncak Merapi pada awal April.

Kepala BPPTKG, Agus Budi Santoso, menjelaskan bahwa serangkaian pelepasan awan panas pada Minggu pagi dimulai pada pukul 5:45 WIB dengan jarak 1.500 meter dan berlangsung selama 166,4 detik menuju hulu Kali Boyong.

Kejadian kedua terjadi pada pukul 7:41 WIB dengan perkiraan jarak pelepasan 1.400 meter, berlangsung 132,1 detik, dan pelepasan awan panas ketiga terjadi pada pukul 8:21 WIB, mencapai jarak terjauh 2.000 meter menuju hulu Kali Boyong. “Statusnya masih pada Level III atau Waspada,” kata Agus.

<p Catatan dalam seminggu terakhir menunjukkan konsistensi aktivitas Merapi, dimulai pada Selasa, 7 April 2026, dengan satu pelepasan awan panas yang mencapai 1.800 meter menuju Kali Boyong. Kemudian, di hari berikutnya, diikuti dengan satu pelepasan mencapai 1.100 meter menuju hulu Kali Sat atau Kali Putih.

<p Intensitasnya meningkat pada Kamis, 9 April, dengan dua kejadian mencapai 1.700 meter menuju Kali Boyong. Kemudian pada Sabtu, 11 April, terjadi pelepasan awan panas mencapai 1.500 meter sebelum tiga pelepasan terjadi pada Minggu pagi.

<p Selain awan panas, berdasarkan observasi hingga Sabtu pukul 24:00 WIB, asap kawah putih dengan intensitas tebal terlihat pada ketinggian 475 hingga 525 meter di atas puncak Merapi . Juga tercatat ada 36 kali longsoran lava ke arah barat daya dengan jarak maksimum 2.000 meter.

<p Sementara itu, selama periode observasi dari Minggu pukul 00:00 hingga 06:00 WIB, asap kawah terlihat pada ketinggian 500 meter dan satu pelepasan awan panas, serta sembilan kali longsoran lava dengan jarak geser maksimum 1.900 meter ke arah barat daya.

<p Saat ini, Agus menjelaskan, potensi bahaya longsoran lava dan awan panas berada di sektor selatan-barat daya, mencakup Sungai Kali Boyong hingga jarak lima kilometer, dan Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga tujuh kilometer. Di sektor tenggara, bahaya potensial mengancam area Sungai Woro hingga jarak 3 km dan Sungai Gendol hingga 5 km, sementara radius 3 km dari puncak harus waspada terhadap proyeksi material vulkanik dalam kejadian letusan yang eksplosif.

“Data pemantauan menunjukkan pasokan magma masih berlanjut, yang dapat memicu pelepasan awan panas dalam zona bahaya potensial,” kata Agus.

News.Az

By Leyla Şirinova