Prancis meraih kemenangan yang mengangkat moral para pemain meski hanya dalam pertandingan uji coba. Prancis berhasil mengalahkan salah satu tim Amerika Selatan terkuat, Brasil, dengan skor 2-1 dalam pertandingan di Stadion Gillette, Boston, AS, Jumat, 27 Maret 2026 dini hari WIB. Kemenangan tersebut cukup meyakinkan karena Prancis harus bermain dengan 10 pemain setelah bek Dayot Upamecano dikartu merah pada menit ke-55. Namun, Prancis mampu menambah gol. Tim Didier Deschamps juga mampu mempertahankan keunggulan karena Brasil hanya mampu memperkecil selisih. Keberhasilan mengalahkan Brasil, yang bersama Prancis menjadi favorit di Piala Dunia 2026, setidaknya meningkatkan kepercayaan diri pemain. Persiapannya semakin matang dengan kembalinya Mbappe yang juga turut menyumbang gol dan membuka kemenangan Les Bleus.
Meski begitu, bintang Real Madrid menyatakan bahwa lebih baik untuk tidak terlalu berlebihan dengan pertandingan tersebut. Meskipun pertandingan besar yang mempertemukan dua tim elit dunia, ini hanyalah uji coba. “Saya sudah mengatakan sebelumnya bahwa kami tidak akan berlebihan dengan pertandingan ini. Ini bahkan bukan final Piala Dunia. Meskipun begitu, kami tetap menunjukkan performa terbaik. Tim pun sangat dinamis,” kata Mbappe seperti dikutip dari france24.
Mbappe mengatakan dia tetap puas dengan performa tim. Menurutnya, pertandingan tersebut tetap menjadi pemanasan yang baik bagi juara dunia 1998 dan 2018. “Kami menciptakan banyak peluang. Kami juga bermain solid meskipun sudah dekat dengan akhir pertandingan. Kami masih menantikan dan pertandingan ini masih akan membantu kami dalam persiapan untuk Piala Dunia,” kata pemain berusia 27 tahun tersebut.
Sementara itu, pelatih Brasil Carlo Ancelotti tidak kecewa meski timnya mengalami kekalahan. Menurutnya, permainan timnya membaik dengan baik di babak kedua, terutama setelah masuknya Luiz Henrique. “Dari pertandingan ini jelas bahwa kami bisa berkompetisi dengan tim-tim terbaik di dunia. Saya tak ragu tentang hal tersebut,” ujar Ancelotti. “Kami berjuang melawan tim kuat dan berkualitas. Kami mampu menyamai mereka hingga menit terakhir. Saya jamin bahwa kami akan berjuang dengan segenap kemampuan dalam Piala Dunia,” ucapnya.
Dalam duel pertama setelah kedua tim bertemu dalam uji coba di Paris 11 tahun lalu yang dimenangkan Brasil 3-1, Prancis mencoba mengambil inisiatif untuk menyerang. Pada pertandingan tersebut, Ancelotti tidak bisa menurunkan tim terbaik karena kehilangan kiper Alisson Becker, duo bek Gabriel Magalhaes dan Eder Militao, gelandang Bruno Guimaraes, dan dua penyerang Rodrygo dan Estevao. Namun, Brasil mampu menyamakan kedudukan Prancis. Sementara itu, Prancis juga kesulitan menembus pertahanan Selecao hingga akhirnya Mbappe berhasil membuka kebuntuan. Menerima umpan dari Ousmane Dembele, Mbappe mampu memaksimalkan peluang untuk mengubah skor menjadi 1-0 pada menit ke-32. Skor ini bertahan hingga babak pertama berakhir. Memasuki babak kedua, Prancis terus bermain secara ofensif. Namun, mereka harus kehilangan Upamecano yang melakukan pelanggaran terhadap bek Wesley pada menit ke-55. Wasit memeriksa insiden tersebut melalui VAR. Hasilnya, wasit Guido Gonzales yang awalnya memberikan kartu kuning kemudian mengeluarkan kartu merah bagi bek Bayern Munich tersebut. Bermain dengan 10 orang tidak membuat Prancis kehilangan kekuatan serangan mereka. Mereka bahkan bisa menambah gol saat penyerang Hugo Ekitike, yang menyambut assist Michael Olise, berhasil mengalahkan kiper Ederson pada menit ke-65. Skor berubah menjadi 2-0 untuk Prancis. Tertinggal dua gol membuat Brasil berusaha untuk merespons. Namun, Raphinha dkk hanya bisa mencetak satu gol melalui Bremer pada menit ke-78. Tembakan dari jarak dekatnya, yang diselesaikan dengan assist dari Luiz Henrique, mengubah skor menjadi 2-1. Skor tersebut tetap bertahan hingga akhir pertandingan.





