Beranda Sepak Bola Penurunan Chelsea Setelah Dikalahkan oleh Brighton, Rosenior Dibawah Tekanan

Penurunan Chelsea Setelah Dikalahkan oleh Brighton, Rosenior Dibawah Tekanan

5
0

Chelsea semakin memburuk. Saat melawan di laga tandang di English Premier League di Stadion Amex, Rabu, 22 April 2026 WIB, Chelsea kalah dari Brighton and Hove Albion 3-0. Kekalahan tersebut membuat manajer Liam Rosenior tertekan. Hasil buruk yang membuat posisi Chelsea bergeser ke Brighton. Ya, Chelsea terpaksa turun ke peringkat ketujuh dengan 48 poin. Sementara itu, Brighton yang mendapat 50 poin berhasil naik ke peringkat keenam dan masuk zona Liga Europa.

Bukan hanya turun di peringkat, namun mereka juga menciptakan rekor yang sangat mengecewakan. Dalam pertandingan sebelumnya di kandang, Chelsea terpaksa menyerah 1-0 saat menjamu Manchester United. Tren buruk tersebut berlanjut ketika The Blues mengunjungi markas Brighton. Ini adalah kekalahan kelima Chelsea secara beruntun di Premier League yang membuat mereka kehilangan kesempatan untuk bersaing mendapatkan tiket ke Liga Champions. Ini adalah rekor terburuk sejak tahun 1912. Selain itu, Chelsea juga sudah kalah delapan kali dalam berbagai kompetisi.

Yang lebih buruk, mereka tidak mampu mencetak gol dan kebobolan 11 gol, yang menempatkan manajer Liam Rosenior dalam tekanan. Dia menjadi sasaran teriakan dan hinaan dari penggemar Chelsea sepanjang pertandingan. Sementara itu, para penggemar Brighton merespons dan menyanyikan, “Liam Rosenior adalah salah satu dari kami.”

Ya, Rosenior bermain di Brighton selama tiga tahun dan menutup karirnya di klub tersebut. Dia kemudian beralih menjadi manajer dan meraih kesuksesan ketika dia menangani Strasbourg. Namun, ketika dia menerima tawaran untuk menggantikan Enzo Maresca di Chelsea, hal ini menjadi tantangan yang mudah baginya. Apalagi, Maresca sebenarnya tidak sepenuhnya gagal di Stamford Bridge.

Terbukti, Maresca yang mampu membawa Chelsea ke puncak bahkan mengalami penurunan semenjak dikelola oleh Rosenior. Dia tidak lolos dari kritik. Namun, manajer berusia 41 tahun itu mengaku bahwa dia masih mendapatkan dukungan dari manajemen klub.

“Dalam persentasinya,” kata Rosenior merespons dukungan dari manajemen seperti yang dikutip oleh Express. Behdad Eghbali, salah satu pemilik klub, tetap optimis bahwa Rosenior akan sukses sehingga dia mendapatkan kontrak jangka panjang.

“Hanya saja Rosenior tidak memiliki modal bagus untuk mempertahankan posisinya. Dari 23 pertandingan, Chelsea hanya menang 11 kali dan kalah 10 kali. Ini adalah rekor terburuk kedua di bawah Graham Potter.

Dalam pertandingan tersebut, Chelsea kehilangan dua penyerang andalan Joao Pedro dan Cole Palmer yang cedera. Hal ini membuat Pedro Neto dan Liam Delap kembali menjadi pilihan utama. Meskipun kedua pemain tersebut gagal menunjukkan ketajaman saat menghadapi Man Utd, Rosenior masih mengandalkan mereka.

Gelandang Enzo Fernandez kembali dalam skuad. Hanya saja, Rosenior mencoba memainkan tiga bek karena Marc Cucurella didorong ke tengah dengan formasi 3-5-2.

Akibatnya, Chelsea bahkan semakin tertekan. Pada menit pertama, pemain tim nasional Jepang Kaoru Mitoma hampir mencetak gol Chelsea ketika ia menyambut umpan silang Pascal Gross.

Belum lagi terperangah pemain Chelsea menghadapi serangan frontal dari pasukan Fabian Hurzeler, gawang Robert Sanchez akhirnya kebobolan ketika pertandingan baru berlangsung tiga menit.

Gelandang Ferdi Kadioglu berhasil memanfaatkan peluang dari tendangan sudut yang diambil oleh Gross. Reaksi lambat Chelsea saat ada krisis di depan gawang, yang kemudian dimanfaatkan oleh Kardioglu untuk membawa Seagulls unggul 1-0.

Kebobolan di menit awal seolah menjadi sinyal kekalahan dari juara Liga Champions dua kali tersebut. Ternyata, gawang Sanchez kembali terancam.

Sekali lagi, umpan dari Gross memberikan rekan setimnya, Jan Paul van Hecke, kesempatan. Hanya saja Sanchez sudah memprediksinya dan kemudian mengalihkannya.

Namun, Sanchez melakukan kesalahan saat memberikan bola ke rekannya malah malah justru mengarah ke gelandang Brighton Carlos Baleba. Bola itu kemudian diberikan kepada Jack Hinshelwood yang berada dalam posisi bagus untuk mencetak gol. Hanya saja tembakannya yang sudah menuju gawang bisa diblok oleh bek Trevor Chalobah.

Tidak ada gol tambahan meskipun Brighton memberikan tekanan. Di sisi lain, Chelsea kesulitan mencetak gol. Bahkan, selama 30 menit pertama, tidak satupun tembakan dari pemain Chelsea masuk ke gawang. Skor 1-0 untuk Brighton bertahan hingga babak pertama berakhir.

Di babak kedua, Chelsea mencoba untuk bangkit. Mereka mendapat kesempatan untuk menyamakan melalui Romeo Lavia. Hanya saja usahanya masih gagal karena tembakannya melebar.

Ketika memberikan tekanan, gawang Chelsea kembali kebobolan pada menit ke-56. Ini dimulai saat Chelsea meminta tendangan bebas karena bola dianggap mengenai tangan Yankuba Minteh di luar kotak penalti.

Namun, wasit membiarkan kejadian tersebut dan Brighton melakukan serangan balik cepat. Striker Georginio Rutter kemudian berlari dengan bola sebelum memberikannya kepada Hinshelwood.

Dia juga berhasil memanfaatkan peluang untuk membobol gawang Chelsea. Skor berubah menjadi 2-0 untuk Brighton yang membuat Chelsea semakin buruk. Apalagi, para pendukung tidak lagi memberi dukungan tapi malah meneriakkan ketidakpuasan pada Rosenior.

Yang lebih buruk, tim tampak kehilangan kemampuan untuk melakukan serangan ofensif. Tidak ada ancaman bahaya dari Chelsea yang membuat mereka sulit mengejar ketertinggalan.

Di sisi lain, tuan rumah justru memecahkan gawang lawan untuk menambah keunggulan pada waktu injury time. Penyerang veteran Danny Welbeck memperkuat keunggulan Brighton setelah menyelesaikan assist dari Maxim De Cuyper.

Rosenior tidak bisa percaya dan menggelengkan kepalanya menyaksikan timnya kebobolan dengan mudah pada menit ke-90+1. Skor berubah menjadi 3-0 untuk Brighton dan bertahan hingga akhir pertandingan.