Beranda Sepak Bola Gagal Mengalahkan Serigala, Man Utd Menjadi Sasaran Keluhan Para Pendukung

Gagal Mengalahkan Serigala, Man Utd Menjadi Sasaran Keluhan Para Pendukung

98
0

Manchester United Menutup Tahun 2025 dengan Hasil yang Mengecewakan

Manchester United mengakhiri tahun 2025 dengan hasil yang mengecewakan dalam pertandingan English Premier League. Bermain di kandang di Stadion Old Trafford, Rabu, 31 Desember 2025 WIB pagi, Man Utd gagal meraih kemenangan setelah diimbangi Wolverhampton Wanderers 1-1. Hasil buruk tersebut membuat Man Utd menjadi sasaran protes dari para pendukungnya sendiri.

Man Utd kembali gagal memanfaatkan kesempatan untuk tembus ke zona Liga Champions. Selama paruh pertama kompetisi, Man Utd selalu berusaha untuk masuk ke papan atas. Namun, mereka kesulitan bersaing dengan Arsenal, Manchester City, dan Liverpool.

Sementara tim-tim elit selalu bisa menang, Man Utd kesulitan untuk menjaga posisi mereka di jalur kemenangan. Tim yang dilatih oleh Ruben Amorim memang telah mencetak tiga kemenangan beruntun. Namun, upaya untuk meraih kemenangan keempat akhirnya gagal.

Demikian juga, saat memasuki periode festival, Man Utd mengalami hasil yang tidak memuaskan. Mereka gagal meraih kemenangan di kandang lagi setelah diimbangi Bournemouth 4-4. Setelah kalah 1-0 dari Aston Villa, Senne Lammens dkk akhirnya menang tipis 1-0 atas Newcastle United.

Kemenangan atas The Magpies sebenarnya merupakan modal penting bagi Man Utd ketika mereka kembali tampil sebagai tuan rumah dengan menyambut Wolves yang menempati dasar klasemen.

Jadi, secara teoritis bukanlah hal sulit bagi Man Utd untuk meraih tiga poin. Bahkan, Man Utd sangat diunggulkan karena dalam pertemuan pertama di kandang melawan Wolves di Molineux, mereka menang besar 4-1.

Namun, sang juara Premier League 20 kali tersebut dengan gagal memenuhi target tersebut. Pada pertandingan itu, Amorim memang tidak bisa menurunkan skuad terbaiknya karena kehilangan Bryan Mbeumo dan Amad Diallo yang tampil di Piala Afrika.

Kapten Bruno Fernandes dan gelandang Mason Mount, yang baru-baru ini berada dalam performa terbaik, juga absen karena cedera.

Namun, mereka masih berhasil memulai pertandingan dengan sangat baik dan unggul. Penyerang Joshua Zirkzee berhasil mencetak gol pertama setelah membobol gawang Wolves pada menit ke-27.

Gol tersebut tercipta setelah tendangan kaki kiri pemain timnas Belanda tersebut mengenai tubuh pemain Wolves sebelum berbelok ke arah yang memperdaya kiper Jose Sa.

Setelah unggul 1-0, Man Utd terus bermain secara ofensif. Penyerang Benjamin Sesko juga mendapatkan peluang bagus untuk menambah keunggulan. Sayangnya, sundulan Sesko masih mengenai mistar.

Meskipun memberikan tekanan dan dominan dalam penguasaan bola, The Red Devils gagal mempertahankan keunggulan.

Menuju akhir paruh pertama, gol Lammens bobol lewat sundulan dari bek Ladislav Krejci. Gol tersebut, yang tercipta pada menit ke-45, mengubah skor menjadi 1-1 dan bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Man Utd terus menunjukkan agresi dalam permainan menyerang. Namun, upaya mereka tidak membuahkan hasil.

Man Utd sebenarnya berhasil membobol gawang lawan di injury time. Namun, gol dari gelandang Patrick Dorgu gagal diciptakan karena dianulir. Akibatnya, tim menjadi sasaran protes dari para pendukungnya sendiri yang frustasi dengan performa mereka.

Sebagai bukti kekesalan terhadap permainan Man Utd, fans bahkan berteriak, “Attack, attack, attack.” Alasannya adalah karena tidak ada serangan yang membahayakan gawang Wolves.

Sebaliknya, para fans Wolves tampak memperolok dengan menyanyikan, “Kami mendapatkan satu poin.” Ya, Wolves akhirnya mendapatkan satu poin sejak ditangani oleh Rob Edwards.

Hanya saja, Wolves masih terbenam di dasar tabel dengan tiga poin. Meskipun kompetisi masih panjang, Wolves diprediksi akan terdegradasi.

Sementara itu, Man Utd gagal masuk zona Liga Champions dan terdampar di posisi keenam dengan 30 poin. Sama seperti Chelsea yang juga gagal meraih kemenangan setelah diimbangi Bournemouth 2-2. Namun, Chelsea memiliki selisih gol sehingga mereka menduduki peringkat kelima.