Beranda Sepak Bola Gol di Injury Time Bek Ex

Gol di Injury Time Bek Ex

68
0

Barcelona Patut Bersyukur kepada Bekas Pemainnya, Hector Bellerin, atas Imbang Lawan Real Madrid

Barcelona pantas berterima kasih kepada mantan beknya, Hector Bellerin, yang menggagalkan kemenangan Real Madrid. Hampir mendapatkan tiga poin dalam pertandingan La Liga Spanyol di Stadion De la Cartuja, Sabtu, 25 April 2026 dini hari WIB, Madrid hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Real Betis. Bellerin memaksa imbang setelah mencetak gol ke gawang Madrid di waktu injury time.

Sayang sekali bagi Madrid. Harapan untuk mengurangi selisih poin dengan Barca tidak berjalan mulus. Saat berkunjung ke markas Betis, tim yang dilatih oleh Alvaro Arbeloa nyaris membawa pulang tiga poin. Bahkan, mereka tidak hanya mencetak satu gol karena menciptakan banyak peluang yang seharusnya bisa menambah keunggulan.

Saat laga hampir berakhir, tiba-tiba Bellerin muncul sebagai penyelamat Betis. Ia berhasil mengalahkan kiper Andriy Lunin di waktu injury time dan hanya dua menit kemudian pertandingan berakhir.

Hasil imbang yang mengecewakan karena Madrid gagal mendekati Barca yang kuat di puncak klasemen. Dengan 74 poin, Los Merengues masih tertinggal delapan poin dari Barca. Bahkan tim Hansi Flick berpeluang menjauh dari kejaran Madrid jika mereka mengalahkan Getafe, Sabtu malam.

Tidak hanya meninggalkan Madrid, Barca yang kehilangan bintangnya Lamine Yamal akibat cedera hamstring sehingga harus mengakhiri kompetisi lebih awal memiliki peluang besar untuk mempertahankan gelar liga.

Sementara itu, Betis yang berhasil mencetak satu poin di kandang tetap berada di posisi kelima dengan 50 poin. Tim Manuel Pellegrini juga tetap mempertahankan peluang untuk tampil di Liga Europa musim depan.

Kegagalan meraih kemenangan di kandang akibat gol di menit terakhir membuat Arbeloa kecewa. Alasannya, Madrid pantas menang dalam pertandingan.

“Kami mendapat pukulan besar di menit terakhir. Kami sudah mengalaminya berkali-kali dan akhirnya mendapat hasil yang memang tidak kami harapkan. Alasannya, kami punya kesempatan untuk menang,” ujar Arbeloa seperti dikutip dari france24.

Arbeloa juga mengkritik keputusan wasit yang merugikan Madrid dan itu ‘mempengaruhi hasil akhir pertandingan’. Namun, Madrid sebenarnya diuntungkan dari keputusan wasit yang membiarkan insiden Brahim Diaz saat menyentuh bola di kotak penalti. Pemain Betis itu sudah mengangkat tangannya yang menunjukkan bahwa Diaz melakukan handball. Namun, wasit mengabaikannya.

Setelah insiden tersebut, Madrid berhasil unggul melalui Vinicius Junior. Dimulai dari aksi kapten Federico Valverde yang melepaskan tembakan keras ke arah gawang namun bisa dihentikan oleh kiper Alvaro Valles. Hanya saja bola memantul ke Vinicius Jr yang langsung memanfaatkannya.

Keunggulan 1-0 membuat Madrid semakin intens dalam menekan. Bahkan, mereka hampir menambah keunggulan ketika Jude Bellingham mendapatkan peluang dan melepaskan tembakan ke gawang. Namun sepakan pemain timnas Inggris itu masih bisa dihentikan oleh Valles sehingga skor tidak berubah hingga babak pertama berakhir.

Memasuki babak kedua, Betis menunjukkan kebangkitan dengan menciptakan sejumlah peluang yang mengancam gawang Madrid.

Setidaknya, Antony hampir mencetak gol jika tidak dihentikan oleh Lunin. Pemain mantan Manchester United itu mendapatkan peluang lagi saat menerima umpan dari striker Cedric Bakambu. Namun, tendangan Antony masih belum menghasilkan gol.

Ketika dibawah tekanan, Madrid sebenarnya berhasil mencetak gol ke gawang Betis pada menit ke-53. Penyerang Kylian Mbappe berhasil menyelesaikan crossing dari bek Trent Alexander-Arnold. Namun, wasit membatalkan gol karena Mbappe berada dalam posisi offside.

Betis kembali mendapat peluang melalui Antony, namun tendangannya diblok oleh bek Ferland Mendy. Meskipun mengenai tangan Mendy saat memblok bola Antony, wasit tidak memberikan penalti.

Saat pertandingan hampir berakhir dan memasuki waktu injury, Madrid diharapkan bisa menang. Namun, Bellerin ada di tempat dan waktu yang tepat ketika terjadi krisis di depan gawang Madrid dan ia mendapatkan bola liar dari bek Antonio Rudiger.

Bellerin segera merebut bola untuk mengalahkan Lunin. Skornya berubah 1-1 bagi kedua tim dan bertahan hingga akhir pertandingan.