Beranda indonisia Indonesia, Jepang Mempercepat Proyek Gas Masela di Tengah Ketegangan Global

Indonesia, Jepang Mempercepat Proyek Gas Masela di Tengah Ketegangan Global

32
0

TEMPO.CO, Jakarta – Indonesia dan Jepang telah sepakat untuk mempercepat pengembangan lapangan gas Abadi di Blok Masela, Maluku, ketika ketegangan geopolitik meningkat di tengah konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran, menurut kepala regulator minyak dan gas hulu Indonesia SKK Migas.

“Yes, semua pihak telah sepakat untuk mempercepatnya,” kata kepala SKK Migas Djoko Siswanto, yang dikenal luas sebagai Djoksis, kepada Antara pada hari Senin, 30 Juni.

Djoko mengatakan pembahasan mengenai kemajuan pengembangan Blok Masela telah berjalan lancar dan terus menunjukkan kemajuan yang stabil.

“Pembahasan berjalan dengan baik,” ujarnya.

Djoko mendampingi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia selama kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang, yang bertujuan untuk memperkuat kerja sama strategis antara kedua negara.

Energi merupakan salah satu topik utama yang dibahas selama perjalanan itu, menurut juru bicara Kementerian Energi Dwi Anggia. Dia mengatakan kerja sama energi dengan Jepang memiliki potensi besar untuk memperkuat keamanan energi Indonesia.

Dalam konteks itu, Dwi mengatakan peran menteri energi adalah memastikan setiap peluang kerja sama di sektor energi dapat diterjemahkan ke dalam kesepakatan konkret.

Sebelumnya, pada hari Minggu, 15 Maret, Bahlil bertemu dengan CEO Inpex Corporation Takayuki Ueda, dalam apa yang disebut pejabat sebagai langkah penting untuk mempercepat proyek Blok Masela, yang memiliki komitmen investasi sekitar US$20 miliar.

Proyek Blok Masela dianggap sebagai penggerak ekonomi baru utama untuk Indonesia timur dan sumber pasokan gas yang signifikan untuk industri dalam negeri.

Duta Besar Indonesia untuk Jepang dan Federasi Mikronesia, Nurmala Kartini Sjahrir, menyatakan kesepakatan untuk melanjutkan dengan lapangan Abadi di Blok Masela sebagai tonggak penting bagi ketahanan energi nasional Indonesia.

Kedutaan Besar Indonesia di Tokyo akan terus memfasilitasi proyek tersebut untuk memastikan tahap Front-End Engineering and Design (FEED) dimulai tepat waktu pada kuartal ketiga tahun 2026, dengan produksi ditargetkan dimulai pada 2029 atau 2030.

Sementara itu, Bahlil menyambut kemajuan proyek, mengatakan pengembangan telah mencapai sekitar 25 persen.

Dia mengulangi niatnya agar proyek Abadi Masela memasuki fase FEED pada kuartal kedua tahun 2026, atau paling lambat pada kuartal ketiga, sehingga proses tender Engineering, Procurement, and Construction (EPC) dapat dimulai secara paralel.