Bank Indonesia dan Bank of Korea secara resmi meluncurkan sistem pembayaran lintas batas berbasis QR, memungkinkan warga Indonesia melakukan transaksi di Korea Selatan menggunakan QRIS melalui aplikasi domestik tanpa perlu konversi mata uang. Pembayaran diselesaikan langsung dalam mata uang lokal kedua negara, membuat transaksi lebih efisien dan hemat biaya, kata Bank Indonesia dalam pernyataan pada hari Rabu.
Peluncuran ini merupakan bagian dari Pernyataan Visi Bersama (JVS) yang ditandatangani oleh Presiden Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung pada 1 April, di Korea Selatan.
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menggambarkan peluncuran ini sebagai langkah kritis menuju penciptaan sistem pembayaran terintegrasi, efisien, dan inklusif sebagai fondasi untuk konektivitas ekonomi digital antara Indonesia dan Korea Selatan. “Konektivitas pembayaran lintas batas QR tidak hanya memfasilitasi transaksi tetapi juga memperkuat UMKM, meningkatkan pariwisata, dan membuka peluang bisnis baru, mendukung pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan,” tambahnya.
Sama halnya dengan itu, Wakil Gubernur Bank of Korea Chang Cheong-soo mengatakan inisiatif ini mencerminkan kerjasama yang semakin meningkat antara kedua negara, terutama dalam memperkuat keuangan digital dan integrasi ekonomi. “Kami berkomitmen untuk memperkuat kolaborasi strategis untuk lebih mengintegrasikan sistem pembayaran dan mendukung konektivitas ekonomi digital yang lebih dekat antara Korea dan Indonesia,” tambahnya.
Perlu dicatat bahwa Standar Kode Respon Cepat Indonesia (QRIS) telah menjadi penggerak utama transformasi pembayaran digital di Indonesia, memperkuat kedaulatan ekonomi dan mencapai 60,77 juta pengguna per Februari 2026.
Adopsi QRIS lintas batas juga semakin meningkat di antara negara mitra. Pada tahun 2025, transaksi masuk oleh wisatawan asing di Indonesia mencapai 5,89 juta, jauh melebihi transaksi keluar oleh warga Indonesia di luar negeri, yang mencapai 1,68 juta.
Kolaborasi QRIS lintas batas sebelumnya telah menunjukkan hasil yang kuat, dengan Thailand (diluncurkan Agustus 2022) mencatat 1,64 juta transaksi senilai Rp656,27 miliar ($38,65 juta); Malaysia (Mei 2023) 10,66 juta transaksi senilai Rp2,75 triliun ($162,25 juta); Singapura (November 2023) 554.510 transaksi senilai Rp179,28 miliar ($10,56 juta); dan Jepang (Agustus 2025) 5.088 transaksi senilai Rp428,80 juta ($24,253).
Bank Indonesia dan Bank of Korea juga menegaskan komitmen mereka untuk menyediakan sistem pembayaran lintas batas yang aman, handal, dan efisien, yang bertujuan untuk memperkuat ketahanan keuangan dan mendukung pertumbuhan ekonomi inklusif.
[Context: Peluncuran sistem pembayaran QRIS lintas batas antara Indonesia dan Korea Selatan.] [Fact Check: Kolaborasi QRIS lintas batas sebelumnya telah menghasilkan hasil positif dengan negara mitra lainnya seperti Thailand, Malaysia, Singapura, dan Jepang.]






