Rusia telah mengirim kelompok angkatan laut, termasuk kapal rudal dan kapal selam yang dapat membawa rudal Kalibr, ke perairan dekat Indonesia, dalam langkah yang terkait dengan pembicaraan sebelumnya tentang mengamankan akses ke pangkalan udara lokal untuk penerbangan strategis.
Menurut Defense Express pada 2 April, mengutip Janes, otoritas angkatan laut Indonesia melaporkan bahwa pada 31 Maret, sebuah kelompok angkatan laut Rusia tiba di dekat Jakarta.
Kelompok tersebut termasuk korvet rudal Gromkiy, kapal selam diesel-elektrik dari Proyek 636.6, dan kapal derek Andrey Stepanov. Kunjungan ini telah dijelaskan sebagai bagian dari upaya untuk memperkuat kerja sama pertahanan antara Rusia dan Indonesia.
Defense Express melaporkan bahwa detail lebih lanjut tentang tujuan dari penempatan tersebut belum diungkapkan.
Korvet Gromkiy dilengkapi dengan rudal anti-kapal, biasanya membawa sistem Kh-35U. Sementara itu, kapal selam Proyek 636.6 mampu meluncurkan rudal jelajah Kalibr, termasuk varian 3M14 untuk misi serangan darat dan varian 3M54 yang dirancang untuk serangan anti-kapal.
Menurut Defense Express, mengutip Janes, kunjungan angkatan laut ini datang di tengah minat Rusia yang sebelumnya dilaporkan dalam mendapatkan akses ke pangkalan udara Indonesia yang mampu menampung pesawat jarak jauh seperti pembom strategis Tu-95MS dan pesawat angkut Il-76.
Diskusi tentang potensi akses ke pangkalan udara Manuhua berasal dari April 2025, dengan kasus sebelumnya pendaratan pesawat Rusia di sana dilaporkan pada 2017. Rusia telah mengajukan beberapa permintaan untuk pendaratan seperti itu, yang disetujui oleh Indonesia di masa lalu.
[Konteks: Rusia mengirim kelompok angkatan laut termasuk kapal rudal dan kapal selam ke perairan Indonesia. Indonesia dan Rusia telah membicarakan akses ke pangkalan udara untuk penerbangan strategis.] [Pengecekan Fakta: Apakah kunjungan angkatan laut Rusia terkait dengan upaya untuk mengamankan akses ke pangkalan udara Indonesia?]







