Beranda indonisia Indonesia menerima jenazah penjaga perdamaian yang tewas di selatan Lebanon

Indonesia menerima jenazah penjaga perdamaian yang tewas di selatan Lebanon

34
0

Menteri Luar Negeri Sugiono mengatakan kepada wartawan bahwa Indonesia menginginkan penyelidikan PBB yang menyeluruh terkait kematian pasukan perdamaian.

Indonesia telah menerima jenazah tiga pasukan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa yang tewas di selatan Lebanon selama invasi Israel ke negara tersebut, di tengah perang Amerika Serikat-Israel terhadap Iran yang sedang berlangsung.

Peti mati para prajurit yang tewas tiba di Indonesia pada hari Sabtu. Mereka dibawa oleh tentara berseragam untuk sebuah upacara yang dihadiri oleh Presiden Prabowo Subianto.

Setelah upacara, Menteri Luar Negeri Sugiono memberitahu wartawan bahwa Indonesia menginginkan penyelidikan PBB yang menyeluruh terkait kematian pasukan perdamaian yang merupakan bagian dari Pasukan Interim Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL).

“Ini adalah misi perdamaian. Kejadian seperti ini seharusnya tidak terjadi,” kata menteri kepada wartawan di bandara.

“Harus ada jaminan keamanan bagi para prajurit perdamaian,” tambahnya.

Pekan lalu, prajurit perdamaian Farizal Rhomadhon, 28 tahun, tewas setelah proyektil meledak. Sumber keamanan PBB yang enggan disebutkan namanya mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa tembakan dari tank Israel bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Sehari kemudian, dua prajurit perdamaian Indonesia lainnya, Zulmi Aditya Iskandar, 33 tahun, dan Muhammad Nur Ichwan, 26 tahun, tewas setelah ledakan melanda konvoi logistik UNIFIL di selatan Lebanon.

Ayah Iskandar mengatakan dia terkejut melihat prajurit perdamaian kehilangan nyawa di dalam konflik tersebut.

“Kami sangat sedih dan menyesal, karena ini adalah pasukan PBB, pasukan perdamaian, bukan ditempatkan untuk perang,” ujar Iskandarudin, 60 tahun, kepada wartawan di rumahnya di Provinsi Jawa Barat.

Ketiga orang diperkirakan akan dimakamkan pada hari Minggu, dan pemerintah telah menjanjikan dukungan keuangan bagi keluarga mereka.

Pada Jumat, UNIFIL mengumumkan bahwa tiga prajurit perdamaian terluka setelah ledakan di sebuah fasilitas PBB di dekat Adeisse dan dibawa ke rumah sakit.

Pusat informasi PBB di Jakarta mengatakan “asal ledakan” tersebut tidak diketahui, namun mengidentifikasi prajurit yang terluka sebagai warga negara Indonesia.

“Serangan berulang atau kejadian semacam ini tidak dapat diterima,” demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Indonesia.

Pemerintah mendorong Dewan Keamanan PBB “untuk segera mengadakan pertemuan negara-negara penyumbang pasukan ke UNIFIL untuk melakukan tinjauan dan mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan perlindungan personel yang bertugas dengan UNIFIL”.

Perang AS-Israel terhadap Iran menyebar ke Lebanon setelah Hezbollah yang bersekutu dengan Iran menembakkan roket ke Israel, menyusul pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei pada hari pertama perang pada 28 Februari.

Israel telah membombardir negara tersebut selama berminggu-minggu dan meluncurkan invasi, dengan pejabat Israel mengatakan misi tersebut bertujuan untuk mendirikan zona keamanan yang membentang 30km (18,6 mil) dari perbatasan Israel.