Vietnam telah bergabung dengan Kamboja, Thailand, Filipina, Myanmar, dan Indonesia dalam mengatasi kekacauan pariwisata ketika Perang Teluk memicu kekurangan bahan bakar historis, harga yang melonjak, dan opsi transportasi terbatas di Asia Tenggara. Konflik ini telah mengganggu rantai pasokan penting, menyebabkan harga bahan bakar melonjak dan membuat banyak negara bergantung pada perjalanan udara dan darat untuk menjaga layanan. Akibatnya, perjalanan menjadi semakin sulit dan mahal, memengaruhi baik wisatawan maupun operator lokal di seluruh wilayah.
[Context: The article discusses the impact of the Gulf War on the tourism industry in Southeast Asia, particularly focusing on the challenges faced by Vietnam and other countries in the region.]
[Fact Check: The Gulf War has disrupted fuel supplies globally, leading to significant consequences for Southeast Asia’s tourism sector.]





