Beranda indonisia Indonesia optimis pertumbuhan 5,5 persen di stimulus festival, kebijakan bekerja dari rumah

Indonesia optimis pertumbuhan 5,5 persen di stimulus festival, kebijakan bekerja dari rumah

35
0

JAKARTA: Indonesia yakin bisa mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,5 persen pada kuartal pertama, didukung oleh program-program pemerintah yang diterapkan selama Ramadan dan Aidilfitri. Kebijakan pengaturan kerja fleksibel yang akan diperkenalkan setelah periode libur diharapkan dapat meningkatkan aktivitas ekonomi lebih lanjut. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan kombinasi stimulus periode libur dan kebijakan bekerja dari rumah (WFH) yang akan datang diharapkan dapat meningkatkan permintaan domestik dan memperkuat ketahanan terhadap ketidakpastian global. “Kita berpuasa selama 30 hari, dan tentu saja, arti kemenangan ini juga terkait dengan ekonomi. Pemerintah telah menciptakan banyak program, termasuk diskon, mendorong mobilitas melalui bekerja dari mana saja, serta bantuan pangan dan sosial,” katanya, seperti dilaporkan oleh Antara News Agency pada hari Minggu (22 Maret). Selama periode libur, tiket transportasi kereta dan laut didiskon hingga 30 persen, biaya penyeberangan ferry dibebaskan, dan tarif udara dikurangi sekitar 17 hingga 18 persen, dengan total pendanaan yang diperkirakan lebih dari Rp900 miliar berasal dari APBN dan dukungan non-APBN. Pemerintah juga mendistribusikan paket bantuan pangan yang terdiri dari kebutuhan pokok seperti beras dan minyak goreng kepada lebih dari 35 juta keluarga penerima manfaat selama dua bulan untuk membantu menjaga daya beli. Pada hari Sabtu, Airlangga mengatakan bahwa WFH akan diterapkan satu hari dalam seminggu untuk menjaga keseimbangan antara fleksibilitas dan produktivitas, sementara pengaturan tersebut diharapkan dapat mendukung pengeluaran dalam jangka waktu lebih panjang dengan memungkinkan pola perjalanan yang lebih fleksibel, termasuk perjalanan akhir pekan yang diperpanjang dan peningkatan pergerakan ke daerah-daerah regional. Secara terpisah, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dilaporkan pada hari Sabtu mengatakan bahwa perkiraan awal menunjukkan bahwa pengaturan WFH dapat mengurangi konsumsi bahan bakar sekitar 20 persen. Dia mengatakan bahwa membatasi kebijakan tersebut menjadi satu hari dalam seminggu membantu menjaga produktivitas, sementara kemungkinan menciptakan pola akhir pekan yang diperpanjang yang dapat mendorong perjalanan domestik dan mendukung pengeluaran terkait pariwisata. – Bernama