Beranda Berita Zelenskyy, Putin tandai Paskah di tengah tuduhan pelanggaran gencatan senjata

Zelenskyy, Putin tandai Paskah di tengah tuduhan pelanggaran gencatan senjata

12
0

Ukraina dan Rusia sama-sama menandai Paskah Ortodoks pada hari Minggu dengan saling menuduh ribuan pelanggaran gencatan senjata Paskah yang disepakati.

Di Kyiv, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menghadiri ibadah di Katedral St. Sophia kota tersebut dimana ia memuji negaranya atas mampu bertahan selama lebih dari empat tahun invasi Rusia, mengatakan: “Kita menaruh kepercayaan kita bukan hanya pada kekuatan surgawi, tetapi juga pada kekuatan keamanan dan pertahanan kita.”

Di Moskow, Presiden Rusia Vladimir Putin memuji peran Gereja Ortodoks Rusia dalam mendukung apa yang ia sebut sebagai “operasi militer khusus” di Ukraina dalam pidato Paskah di Katedral Cristo Salvador.

Sambil memegang lilin, Putin mengatakan ia telah memerintahkan gencatan senjata sementara sehingga umat Kristen Ortodoks di Rusia dan Ukraina bisa merayakan Paskah, namun kedua belah pihak saling menuduh melanggar gencatan senjata.

Gencatan senjata Paskah: Ukraina, Rusia tuduh ribuan pelanggaran

Pasukan bersenjata Ukraina melaporkan 2.299 pelanggaran sejak Sabtu, termasuk 479 kasus tembakan artileri dan sekitar 1.800 serangan drone kecil. “Tidak ada serangan dengan roket, bom glide, atau drone Shahed,” kata militer.

Kementerian Pertahanan Rusia juga menuduh Ukraina melakukan 1.971 pelanggaran gencatan senjata antara Sabtu malam dan Minggu pagi – termasuk di sektor Pokrovsk di garis depan di Ukraina timur. “Semua serangan berhasil dipukul mundur,” demikian pernyataan.

Sementara itu, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan Rusia tidak akan memperpanjang gencatan senjata Paskah kecuali Ukraina menerima syarat perdamaian Moskow.

“Pemulihan perdamaian dapat terjadi saat kita mengamankan kepentingan kami dan mencapai tujuan yang sudah ditetapkan sejak awal,” katanya seperti dikutip oleh agensi berita Rusia.

“Ini bisa dilakukan sekarang. Tetapi Zelenskyy harus menerima solusi yang sudah diketahui ini. Sampai Zelenskyy memiliki keberanian untuk mengemban tanggung jawab ini, operasi militer khusus akan terus berlanjut setelah gencatan senjata berakhir.”

Peskov menambahkan bahwa pasukan Rusia masih ingin mengendalikan “17%-18%” wilayah Donetsk timur yang masih berada di bawah kendali Ukraina, laporan kantor berita negara TASS melaporkan.

Disunting oleh: Jenipher Camino Gonzalez