JAKARTA – AS Roma menjadi tim favorit yang gagal melanjutkan perjalanan mereka di Liga Europa. Drama tujuh gol dalam leg kedua babak 16 besar melawan Bologna dalam Derby Italia di Stadion Olimpiade, Jumat, 20 Maret 2026 WIB, berakhir dengan kekalahan 4-3. Roma tersingkir dan Bologna yang lolos ke babak perempat final.
Kegagalan menyakitkan tersebut terjadi karena Roma bermain di kandang dalam pertandingan kedua ini. Roma juga sedikit dianggap remeh setelah bermain imbang 1-1 dalam pertandingan sebelumnya di kandang melawan Bologna.
Namun, I Giallorossi mengalami anticlimax ketika menjamu Bologna dalam duel antara tim-tim Serie A Italia. Pertandingan tersebut seru dan sengit karena kedua tim saling menyerang dan sama-sama mencetak tiga gol. Skornya berakhir imbang 3-3 sehingga lanjut ke perpanjangan waktu.
Di perpanjangan waktu, Bologna mendapat berkah. Pemain pengganti Nicolo Cambiaghi mencetak gol penentu untuk kemenangan Bologna pada menit ke-111.
Upaya Roma untuk mengejar ketinggalan tidak berhasil sehingga I Rossoblu akhirnya menang 4-3. Mereka juga menang dengan agregat 5-4 dan lolos ke babak perempat final untuk bertemu wakil Liga Primer Inggris, Aston Villa.
Kegagalan membuat pelatih Roma, Gian Piero Gasperini, kecewa. Ia juga mengaku frustrasi dengan performa timnya yang bergejolak sepanjang pertandingan.
“Ini memang pertandingan yang sangat bagus dan membuat kami sangat menyesal. Kami memperlihatkan performa terbaik kami sekaligus terburuk,” kata Gasperini seperti dikutip oleh Football Italia.
“Secara keseluruhan, kami bermain dengan terbaik. Performa terburuk ketika kami kebobolan gol yang membuat kami harus berusaha untuk bangkit. Sangat disayangkan kinerja seperti itu. Kami juga membuat banyak kesalahan,” ujarnya.
Menurutnya, sejumlah kesalahan yang dilakukan para pemain membuat Bologna sempat unggul 3-1. Namun, Roma akhirnya mampu menyamakan kedudukan menjadi 3-3.
“Ketika Anda mencapai posisi seperti ini, maka level Anda akan terus meningkat dan tekanan akan semakin tinggi. Tim benar-benar memiliki semangat juang yang tinggi. Ketika Anda tertinggal 3-1, kami memiliki momen untuk mengejar,” ujar Gasperini.
“Ketika Anda melakukan kesalahan, maka Anda pasti kalah,” katanya lagi.
Dalam pertandingan tersebut, Roma mengambil inisiatif untuk menyerang. Namun Bologna juga memberikan perlawanan. Bahkan tim yang dilatih Vincenzo Italiano itu memimpin ketika Jonathan Rowe berhasil mencetak gol ke gawang Roma pada menit ke-22. Tembakannya yang spektakuler mengejutkan pemain Roma karena bisa menembus pertahanan mereka.
Namun keunggulan 1-0 Bologna tidak bertahan lama. Roma berhasil menyamakan melalui Evan Ndicka yang mencetak gol pada menit ke-32. Dalam skor 1-1, Bologna kembali memberikan tekanan. Upaya mereka untuk menambah gol juga berbuah manis menjelang akhir babak pertama.
Kali ini Bologna menambah gol dari titik penalti menyusul pelanggaran yang dilakukan oleh Stephan El Shaarawy terhadap Nadir Zortea di kotak penalti pada menit ke-45. Wasit menunjuk titik putih dan Federico Bernardeschi berhasil mengalahkan kiper Mile Svilar yang bergerak ke arah yang salah. Skor berubah menjadi 2-1 untuk Bologna dan bertahan hingga babak pertama berakhir.
Memasuki babak kedua, Roma mencoba untuk bangkit. Namun Bologna yang bisa memanfaatkan kelemahan pertahanan tim tuan rumah. Seperti terbukti, Santiago Castro yang kemudian membawa Bologna unggul 3-1 pada menit ke-58. Tembakan kerasnya berhasil menaklukkan Svilar.
Dalam posisi tertinggal, Roma akhirnya bisa mencetak gol kedua dari titik penalti. Wasit memberikan penalti setelah pemain Roma, Robinio Vaz, dilanggar di kotak penalti. Eksekusi penalti diselesaikan oleh Donyell Malen yang mengubah skor menjadi 3-2 pada menit ke-69.
Gol tersebut mengangkat semangat pemain Roma untuk mengejar. Upaya mereka kembali berbuah manis ketika Lorenzo Pellegrini berhasil mencetak gol ke gawang Bologna pada menit ke-80. Gol yang menyamakan skor menjadi 3-3 disambut gembira oleh para penggemar.
Skor tetap sama hingga akhir pertandingan sehingga lanjut ke perpanjangan waktu. Di babak tersebut, Bologna berhasil memanfaatkan peluang untuk mencetak gol. Cambiaghi berhasil membobol gawang pada menit ke-111 dan membawa Bologna unggul 4-3. Skor itu bertahan hingga akhir pertandingan.






