Beranda Sepak Bola Debut pahit Roberto De Zerbi, Tottenham ke zona degradasi

Debut pahit Roberto De Zerbi, Tottenham ke zona degradasi

5
0

JAKARTA – Debut Roberto De Zerbi yang pahit ketika Tottenham Hotspur menderita kekalahan 1-0 melawan Sunderland dalam pertandingan English Premier League di Stadium of Light, Minggu, 12 April 2026 WIB. Kekalahan membuat Tottenham gagal keluar dari zona degradasi.

Hasil yang sangat mengecewakan. De Zerbi yang menjadi manajer ketiga dalam satu musim kompetisi menggantikan Igor Tudor memulai pertandingan dengan kekalahan.

Lehih memburuk lagi, kegagalan mencetak poin dalam pertandingan tandang membuat Tottenham gagal memperbaiki peringkat mereka. Sebelumnya, Tottenham telah turun ke zona degradasi setelah kalah telak 4-0 dari West Ham United atas Wolverhampton Wanderers. Keberhasilan West Ham meninggalkan zona merah berdampak pada Tottenham, yang menggantikan posisi The Hammers.

De Zerbi yang menjadi manajer baru menjelang akhir kompetisi diharapkan mampu meningkatkan posisi Tottenham dengan meraih kemenangan pertama. Namun, harapan itu tidak sejalan dengan kenyataan karena Tottenham kalah tipis 1-0.

Hasil tersebut membuat Tottenham tetap berada di zona degradasi. Mereka menduduki posisi ke-18 atau tertinggi di zona tersebut dengan 30 poin. Selisih dua poin dari West Ham yang berada di posisi ke-18.

Dan, ini adalah pertama kalinya Tottenham berada di zona degradasi sejak Januari 2009. Ini juga tugas berat bagi De Zerbi untuk mengeluarkan Tottenham saat kompetisi tinggal enam pertandingan.

Di sisi lain, Sunderland telah mengamankan posisi di tengah-tengah tabel setelah memenangi kemenangan pertama mereka di tahun 2026. Mereka berhasil naik ke posisi ke-10 dengan 46 poin. Sama dengan Brighton and Hove Albion, tetapi The Black Cats masih tertinggal dalam selisih gol.

Dalam pertandingan, Tottenham mencoba tampil beringas. Upaya mereka hampir membuahkan hasil saat bek sayap Pedro Porro mendapatkan peluang bagus di menit-menit awal pertandingan.

Dimulai dengan aksi brilian dari Dominic Solanke yang berlari untuk mengejar bola dan kemudian melemparkannya ke Porro. Hanya tendangannya bisa dihentikan oleh kiper Robin Roefs.

Selanjutnya, The Lilywhites mendapat peluang lagi untuk mencetak gol melalui Randal Kolo Muani. Hanya saja ia gagal memanfaatkan umpan dari Richarlison karena tembakannya bisa dengan mudah diamankan oleh Roefs.

Sunderland pun tidak tanpa peluang. Dicatat bahwa striker Brian Brobbey hampir mencetak gol ke gawang Antonin Kinsky. Hanya kepala Brobbey dari jarak dekat menyambut umpan dari Enzo Le Fee masih gagal.

Tottenham juga memiliki kesempatan untuk mendapatkan penalti menjelang akhir paruh pertama. Insiden dimulai dengan Kolo Muani dijatuhkan oleh tackle Omar Alderete di kotak penalti.

Wasit sebenarnya menunjuk ke titik putih. Namun, setelah meninjau insiden tersebut melalui VAR, tackle Alderete dinyatakan bersih sehingga penalti dibatalkan.

Tidak ada gol yang diciptakan sepanjang paruh pertama. Termasuk usaha Solanke, itu juga tidak menghasilkan karena Roefs dapat mengamankan bola.

Memasuki paruh kedua, Sunderland, yang mendapat dukungan dari para pendukung, bermain lebih agresif. Namun, tim yang dilatih oleh Regis Le Bris harus menunggu hingga menit ke-61. Dimulai dengan aksi bek Nordi Mukiele yang mengontrol bola. Ia kemudian melepaskan tembakan keras ke arah gawang.

Namun, bola mengenai kaki bek Micky van de Ven, yang membuat bola sedikit berbelok. Namun, itu mampu mengecoh kiper Kinsky yang gagal mengantisipasi bola. Gol itu mengubah skor menjadi 1-0 untuk Sunderland.

Tottenham sebenarnya berusaha bangkit dan memberikan tekanan. Namun terjadi insiden saat bek Cristian Romero bertabrakan dengan rekan satu timnya Kinsky. Akibat benturan keras, keduanya terjatuh dan harus menjalani perawatan.

Mereka dirawat cukup lama hingga Romero dinyatakan tidak bisa melanjutkan pertandingan sehingga ia harus ditarik keluar. Sementara itu, Kinsky dapat bermain. Namun, kepalanya harus diikat perban ketika ia menyelesaikan pertandingan.

Tidak ada gol lain yang tercipta karena Sunderland gagal meningkatkan keunggulan. Begitu pula Tottenham tidak mampu menembus pertahanan tim tuan rumah sehingga skor akhir tetap 1-0.