Senator Mark Warner (D-VA) dan Sen. Adam Schiff (D-Calif.). Nathan Posner | Anadolu | Tom Williams | CQ-Roll Call, Inc | Getty Images
Sens. Mark Warner, D-Va., dan Adam Schiff, D-Calif., menuntut jawaban tentang potensi insider trading dalam pemerintahan dalam sebuah surat yang dikirim Kamis kepada kepala Komisi Sekuritas dan Bursa serta inspektur jenderal Departemen Pertahanan.
Para senator mengutip laporan publik tentang “posisi besar dalam ekuitas dan derivatif yang terhubung dengan ekuitas” yang dibangun sebelum pengumuman kebijakan utama, seperti keputusan terkait perang Iran dan agenda tarif Presiden Donald Trump. Dan mereka menyarankan bahwa kasus-kasus tersebut menunjukkan “pejabat federal mengungkapkan informasi material yang tidak publik untuk keuntungan finansial.”
“Pelaporan terbaru tentang perdagangan ekuitas yang terjadi sesaat sebelum pengumuman kebijakan pemerintah yang signifikan menunjukkan bahwa pejabat federal mengungkapkan informasi material yang tidak publik untuk keuntungan finansial,” tulis para legislator dalam surat kepada Ketua SEC Paul Atkins dan Pentagon IG Platte Moring. “Tindakan ini merusak kepentingan publik dan integritas pasar, serta menuntut pengawasan oleh masing-masing otoritas yang bersangkutan, serta oleh Kongres.”
Surat tersebut datang setelah sejumlah laporan bahwa posisi telah dibangun sebelum pengumuman kebijakan penting, yang kemudian dapat memberikan keuntungan besar. Pasar prediksi juga mendapat kritik serupa baru-baru ini, dan Financial Times melaporkan bahwa seorang broker yang terkait dengan Menteri Pertahanan Pete Hegseth mencoba untuk melakukan pembelian multimiliar dolar ke dalam sebuah dana terkait pertahanan sebelum Gedung Putih memulai perang melawan Iran.
Context: Senators Mark Warner and Adam Schiff sent a letter to the SEC and the Pentagon’s inspector general, raising concerns about potential insider trading in the government. Fact Check: The letter was prompted by public reports of suspicious trading activities before major policy announcements, leading to suspicions of unauthorized disclosure of nonpublic information for personal gain.






