Pekan mode Paris terbaru di mana mode ahli Lyas meloncat ke dalam pintu belakang Théâtre du Châtelet untuk menyiapkan diri sebelum pertunjukan Tom Ford dimulai. Lyas, nama aslinya Elias Medini, yang memiliki hampir 500.000 pengikut di Instagram, bersiap untuk menyiarkan acara tersebut secara langsung ke layar besar untuk 2.000 orang yang tidak mendapat tiket. Tujuannya adalah untuk demokratisasi industri mode yang biasanya tertutup dan membuka kesempatan bagi orang-orang yang tidak pernah bisa datang sendiri.
Lyas berharap dapat menghubungkan dunia internal dan eksternal mode, menjadi penengah di antara keduanya. Pesta menontonnya, yang telah berlangsung di beberapa tempat di Paris, telah berkembang menjadi acara besar dengan jadwal dan daftar tamu sendiri. Semua ini dimulai setelah ia gagal mendapatkan tempat di debut menswear milik Jonathan Anderson di Dior. Dari asalnya yang sederhana, pesta menontonnya menjadi kesempatan besar di mana rumah mode ikut serta.
Medini memiliki pandangan kritis terhadap industri mode dan terus berusaha membawa orang-orang yang biasanya tidak mendapat kesempatan ke acara-acara fashion elit. Ia berharap dapat membuat festival mode untuk semua orang di masa depan. Kebijakan ini mencerminkan dinamika eksklusif dari dunia mode, di mana status dan hierarki menjadi segalanya.
Di tengah tren yang sedang berkembang di industri mode, Lyas menjadi semakin berpengaruh dan diakui oleh banyak pihak. Pesta menontonnya di Paris dan New York telah menjadi sorotan bagi banyak orang, membuka peluang bagi yang sebelumnya tidak pernah bisa merasakan acara mode secara langsung. Dalam dunia yang serba tertutup ini, kehadiran Lyas membawa angin segar yang diakui oleh banyak pihak.





