Beranda indonisia IHSG Indonesia Turun karena Arus Keluar Asing sebesar $130 Juta, Bank Paling...

IHSG Indonesia Turun karena Arus Keluar Asing sebesar $130 Juta, Bank Paling Terdampak.

102
0

Gotrade Berita – Indeks IHSG Indonesia ditutup 0,32% lebih rendah pada 7.106 pada hari Senin (27 April). Investor asing mencatat penjualan bersih sebesar Rp 2,04 triliun (sekitar $130 juta) di seluruh pasar.

Lima nama besar menyerap sebagian besar arus keluar asing dalam sesi kemarin. Pola ini membuat IHSG rentan terhadap koreksi lebih lanjut dalam perdagangan Selasa.

Poin Utama: – Penjualan bersih asing mencapai Rp 2,04 triliun, terpusat di BBCA, BMRI, dan BBRI di sisi bank. – MNC Sekuritas memproyeksikan zona koreksi terdekat pada 7.022-7.092 dengan dukungan kunci di 7.022. – Pembelian asing mengalir ke nama-nama komoditas ARCI dan EMAS, menandakan rotasi sektoral sedang berlangsung.

Bank Central Asia (BBCA) menyaksikan penjualan bersih asing terbesar sebesar Rp 896 miliar, diikuti oleh Bank Mandiri (BMRI) sebesar Rp 679 miliar. Bank Rakyat Indonesia (BBRI) menyerap Rp 200 miliar dalam arus keluar asing.

Aneka Tambang (ANTM) dan Astra International (ASII) mencatat penjualan asing masing-masing sebesar Rp 92 miliar dan Rp 68 miliar. BBCA ditutup turun 1,24% menjadi Rp 5.975 sementara BMRI turun 2,22% menjadi Rp 4.400.

Astra International mengalami penurunan terbesar di antara saham besar, turun 3,16% menjadi Rp 6.125. Tekanan jual terus berlanjut dari pembukaan hingga penutupan pada saham tersebut.

MNC Sekuritas memproyeksikan IHSG tetap rentan dengan uji coba jangka pendek pada 7.022-7.092. Dukungan kunci berada di 7.022 dan 6.917 dengan resistensi di 7.313 dan 7.484.

Empat nama mengankor daftar pantauan perusahaan pialang untuk Selasa: ARCI, MIDI, MINA, dan TINS. ARCI naik 5,66% menjadi Rp 1.680 dengan rekomendasi beli saat melemah antara Rp 1.625-1.660 menargetkan Rp 1.720-1.780.

Di sisi pembelian, Merdeka Gold Resources (EMAS) menarik Rp 86 miliar dalam pembelian bersih asing dengan Vale Indonesia (INCO) menarik Rp 60 miliar. Pola ini menunjukkan modal asing berputar dari bank ke nama-nama komoditas emas dan nikel.

Bagi investor internasional yang memperhatikan Indonesia, kombinasi arus keluar yang dipimpin oleh bank dan rentang teknis yang ketat memerlukan ukuran yang disiplin. Saham terkait komoditas menawarkan alternatif sektoral sementara tekanan bank terus berlanjut.