Beranda indonisia Kuil Tanah Lot adalah Permata Budaya yang Tidak Boleh Dilewatkan Bagi Wisatawan...

Kuil Tanah Lot adalah Permata Budaya yang Tidak Boleh Dilewatkan Bagi Wisatawan Pertama Kali ke Bali.

22
0

Pengunjung Bali wajib mengunjungi Kuil Tanah Lot

Apakah merencanakan imersi budaya total di Bali atau liburan santai, mengunjungi beberapa kuil di pulau ini adalah suatu keharusan bagi semua pengunjung Bali.

Meskipun ada ribuan kuil di Bali, beberapa memiliki sejarah dan signifikansi spiritual yang lebih penting daripada yang lain, dan salah satunya adalah Kuil Tanah Lot.

Kuil Tanah Lot adalah kuil yang sangat penting bagi umat Hindu Bali dan merupakan tujuan utama bagi wisatawan juga. Bagi wisatawan yang ingin mendapat pengenalan singkat tentang budaya Bali di satu lokasi, Kuil Tanah Lot memiliki banyak yang ditawarkan.

Terletak di pantai Kabupaten Tabanan, Kuil Tanah Lot hanya berjarak pendek dari pusat Canggu.

Catatan Sejarah menunjukkan bahwa Kuil Tanah Lot dibangun pada abad ke-16 oleh seorang pendeta Hindu terkemuka dari pulau tetangga Jawa. Karya hidup Dang Hyang Nirartha adalah menyebarkan Hinduisme di seluruh dunia, dan dampak dari karyanya di Bali sangat dalam.

Nama Tanah Lot juga penting. Jika kita melihat ejaan alternatif, ‘Tanah Laut’, makna nama tersebut menjadi lebih jelas: Daratan di Laut. Kuil Tanah Lot dibangun di sebuah batuan yang hanya bisa diakses saat air surut memungkinkan.

Kisahnya menyebutkan bahwa Dang Hyang Nirartha tertarik ke bagian Bali ini, dan khususnya ke wilayah pantai ini, karena energi spiritualnya yang kuat. Dia disebut telah menginstruksikan nelayan lokal untuk membuat tempat ibadah untuk menghormati Dewa Baruna, dewa laut.

Tanah Lot adalah salah satu dari tujuh kuil laut di Bali, yang paling terkenal tentu saja adalah Kuil Uluwatu. Laut memainkan peran besar dalam spiritualitas Hindu Bali, dan diketahui bahwa rangkaian tujuh kuil laut ini diyakini menciptakan batas spiritual yang membantu mengusir kekuatan jahat yang mendekati pulau dari laut.

Kuil Tanah Lot dapat dicapai dalam waktu 45 menit berkendara dari pusat Canggu dan sedikit lebih dari satu jam dari pusat Ubud. Kuil ini buka setiap hari dari pukul 07.00 hingga 19.00, dan biaya masuk untuk wisatawan internasional adalah IDR 75.000 dan IDR 40.000.

Tiket dapat dibayar tunai saat kedatangan, dan meskipun memungkinkan untuk mengalami Tanah Lot sebagai turis mandiri, menyewa pemandu lokal selalu membantu menambahkan lapisan makna dan pemahaman lebih dalam saat berkunjung.

Pakaian yang sopan diharapkan dari wisatawan, serta etiket umum di kuil, dan ada area di mana pengunjung sebaiknya tidak mengambil foto.

Salah satu waktu terbaik untuk mengunjungi Kuil Tanah Lot adalah saat matahari terbenam. Pada waktu ini sepanjang Pantai Kabupaten Tabanan, selalu tenang dan damai, dan memberikan kesempatan kepada pengunjung sibuk untuk benar-benar menikmati keindahan lanskap.

Menonton matahari terbenam dari Kuil Tanah Lot atau sepanjang garis pantai sekitarnya adalah salah satu tempat terbaik di seluruh pulau untuk menikmati matahari tenggelam di bawah cakrawala Samudra Hindia.

Karena waktu terbaik untuk mengunjungi Kuil Tanah Lot adalah pada sore hari dan awal malam, para wisatawan pemula dapat mengalami sebagian besar Kabupaten Tabanan dalam beberapa jam sebelumnya. Kabupaten Tabanan tidak hanya menjadi rumah bagi Tanah Lot sebagai landmark spiritual, tetapi juga Pemandangan Sawah Jatiluwih dan lanskap kuno ini jauh lebih dari zona pertanian.

Sawah-sawah Jatiluwih telah diberikan status perlindungan UNESCO karena hubungan unik antara budaya dan tanah sangat penting bagi warisan Bali.

Tur matahari terbit ke sawah-sawah selalu sebanding dengan panggilan alarm sebelum fajar, memungkinkan wisatawan untuk merasakan keindahan Kabupaten Tabanan dari sawah bertingkat hingga ke pantai dangkal di Tanah Lot dalam satu perjalanan satu hari yang magis, penuh dengan budaya.

Temukan lebih banyak dari The Bali Sun

Berlangganan untuk mendapatkan posting terbaru dikirim ke email Anda.