Para penyelamat telah selesai mengeluarkan korban dari gerbong kereta komuter yang rusak setelah kecelakaan di luar ibu kota Indonesia yang menewaskan 15 orang, yang semuanya adalah wanita.
total korban meninggal dikonfirmasi Selasa setelah tim penyelamat menyelesaikan pencarian korban yang terjebak.
Para wanita meninggal ketika kereta jarak jauh bertabrakan dengan layanan komuter yang tertahan di luar Jakarta pada hari Senin. Tabrakan terjadi di Stasiun Bekasi Timur saat kereta jarak jauh menabrak bagian belakang layanan komuter yang berhenti.
Para korban berada di dalam satu gerbong khusus untuk wanita saja, akomodasi umum untuk menghentikan pelecehan.
Selain korban tewas, 88 orang dibawa ke rumah sakit untuk pengobatan, menurut Bobby Rasyidin, CEO perusahaan kereta api milik negara PT Kereta Api Indonesia. Jenazah yang tewas telah dibawa ke rumah sakit untuk identifikasi.
Mr. Rasyidin menyatakan: “Kami saat ini memastikan semua korban menerima perawatan terbaik yang memungkinkan.”
Tim penyelamat menyelesaikan evakuasi semua korban dari reruntuhan pada pagi hari Selasa. Mohammad Syafii, kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, mengkonfirmasi: “Tidak ada korban lain.”
Semua 240 penumpang Kereta Api Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek dilaporkan aman.
Kepolisian telah melakukan penyelidikan terhadap penyebab kecelakaan, dengan Kepala Polisi Jakarta Asep Edi Suheri memberikan keterangan kepada wartawan di lokasi.
Kementerian Perhubungan Indonesia menunjukkan dalam pernyataan tertulis bahwa otoritas percaya kejadian dimulai ketika kereta komuter lain menabrak taksi yang mogok dekat Stasiun Bekasi Timur.
Peristiwa awal ini dilaporkan menyebabkan kereta komuter kedua berhenti di stasiun, di mana kemudian diserang oleh layanan jarak jauh.
Mr. Rasyidin menambahkan: “Tentang kronologi peristiwa, kami membiarkan Komite Keselamatan Transportasi Nasional untuk menyelidiki lebih detail penyebab kecelakaan kereta malam ini.”
Insiden ini menyoroti kekhawatiran berkelanjutan tentang jaringan kereta api Indonesia yang semakin tua, yang memiliki sejarah kecelakaan.
Pada Januari 2024, tabrakan terpisah antara dua kereta di Provinsi Jawa Barat mengakibatkan setidaknya empat kematian.




