Beranda indonisia Menegaskan Kembali Pengawasan Publik Terhadap Kebijakan Luar Negeri Indonesia

Menegaskan Kembali Pengawasan Publik Terhadap Kebijakan Luar Negeri Indonesia

408
0

Dari waktu ke waktu, masyarakat Indonesia telah terbukti memperhatikan urusan luar negeri. Opini publik sering kali dibentuk – terkadang dengan tajam – oleh bagaimana pemerintah mengelola hubungan internasional. Episode seperti kontroversi Brunei-gate di era Abdurrahman Wahid, kesepakatan ekspor gas Tangguh dengan China selama kepresidenan Megawati Soekarnoputri, dan debat intens atas isu-isu terkait China di era Joko “Jokowi” Widodo semuanya menunjukkan bahwa kebijakan luar negeri tidak pernah luput dari kontestasi domestik. Liputan media sering kali memperbesar perdebatan ini. Hal ini memutar pilihan diplomasi menjadi masalah penilaian publik.

Tidak ada tempat di mana hal ini lebih terlihat daripada dalam keterlibatan Indonesia dengan China di bawah Jokowi. Administrasinya meningkatkan China menjadi salah satu dari tiga sumber investasi langsung asing teratas Indonesia, terutama dalam proyek infrastruktur berskala besar. Namun, kemitraan yang semakin dalam ini juga menimbulkan kecemasan. Kedatangan pekerja China, yang sering dipandang hidup secara eksklusif dan terlindungi di lokasi kerja, memicu ketakutan di kalangan komunitas lokal tentang pengangguran. Kekhawatiran ini, kadang-kadang, meluap ke narasi yang

Disampaikan oleh Indonesian Lawyers.