Acara ini juga menuai beberapa kritik.
Pdt. Paul Brandeis Raushenbush, CEO Aliansi Antaragama, berargumen bahwa acara itu mempromosikan pandangan sempit mengenai identitas agama Amerika.
“Ini adalah kesempatan bagi Amerika untuk merayakan keragaman warisan agama kita,” kata Raushenbush kepada NBC News pada hari Minggu. “Sayangnya, apa yang kita lihat dengan Rededicate sebenarnya adalah upaya untuk mengkhianati warisan tersebut yang kita miliki dan malah mengatakan bahwa ada satu tradisi yang benar-benar penting, dan itulah yang akan mereka rayakan.”

Presiden Donald Trump dan pemerintahannya semakin merangkul simbol-simbol agama secara terang-terangan dalam kehidupan publik, termasuk lingkaran doa di Oval Office, satuan tugas Departemen Kehakiman tentang bias anti-Kristen, dan postingan yang sudah dihapus di halaman media sosial Trump yang menggambarkan dirinya sebagai penyelamat seperti Kristus. (Trump mengatakan dia mengira itu menunjukkan dirinya sebagai dokter.)
Acara ini diselenggarakan oleh Freedom 250, sebuah organisasi publik-swasta yang didukung oleh Trump dan merencanakan serangkaian acara musim panas ini menjelang perayaan ulang tahun ke-250 bangsa ini.







