Jakarta (ANTARA) – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mengumumkan bahwa perusahaan minyak dan gas asal Rusia, Zarubezhneft, berencana untuk melanjutkan pengembangan Blok Tuna pada bulan Juni, setelah terjadi penundaan akibat penarikan diri Harbour Energy.
“Kami bertemu dengan Zarubezhneft dan membahas kelanjutan proyek Blok Tuna yang tertunda. Zarubezhneft menyatakan komitmennya untuk melanjutkan proyek tersebut pada bulan Juni mendatang,” kata Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Yuliot Tanjung dalam sebuah pernyataan, Jumat.
Yuliot melakukan pembicaraan dengan para eksekutif dari perusahaan minyak dan gas Rusia, Joint Stock Company Zarubezhneft (JSC Zarubezhneft), selama kunjungan kerja untuk menghadiri Pertemuan Komisi Bersama Indonesia-Rusia ke-14 tentang Perdagangan, Ekonomi, dan Kerjasama Teknis di Kazan, Rusia.
Dalam pertemuan tersebut, Zarubezhneft menyatakan kesiapannya untuk melanjutkan proyek Blok Tuna pada bulan Juni yang sebelumnya ditunda karena penarikan diri Premier Oil, anak perusahaan Harbour Energy, yang merupakan mitra Zarubezhneft dalam proyek tersebut.
“Pemerintah akan memberikan dukungan untuk kelanjutan proyek ini,” kata Yuliot.
Zarubezhneft telah beroperasi di Indonesia sejak mengakuisisi 50 persen kepentingan partisipasi (PI) dalam Proyek Tuna di Laut Natuna melalui anak perusahaannya, ZN Asia Ltd., pada tahun 2020.
Pada pertemuan tersebut, Zarubezhneft juga menyatakan minatnya untuk mengejar proyek minyak dan gas lainnya di Indonesia untuk membantu meningkatkan produksi minyak dan gas negara melalui teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) dan reaktivasi sumur yang tidak aktif.
Minat mereka untuk berinvestasi di Indonesia terdokumentasi dalam Nota Kesepahaman Pertemuan Komisi Bersama RI-Rusia ke-14 (SKB).
Rusia mencatat minat JSC Zarubezhneft untuk memperluas dan memperkuat kerjasama dengan mitra Indonesia, termasuk dalam partisipasi dalam proyek-projek baru dengan perusahaan minyak dan gas Indonesia.
Rusia juga meminta dukungan dalam menyelesaikan proses kepatuhan bagi perusahaan yang dinominasikan oleh Zarubezhneft untuk memulai pengorganisasian pasokan minyak ke Indonesia.
(Informasi Konteks: Zarubezhneft akan melanjutkan proyek Blok Tuna di Indonesia setelah penarikan diri Harbour Energy. Fakta: Zarubezhneft telah beroperasi di Indonesia sejak 2020 dan tertarik untuk berinvestasi di proyek minyak dan gas lainnya di negara ini.)






