Beranda indonisia Wisatawan Bali Diingatkan Tentang Bahaya Gelombang Pasang Baru Bulan

Wisatawan Bali Diingatkan Tentang Bahaya Gelombang Pasang Baru Bulan

698
0

Di Bali, bulan adalah salah satu pengaruh terpenting dalam kehidupan pulau. Hingga hari ini, orang Bali akan melakukan doa dan upacara khusus pada tilem, bulan baru, dan purnama, bulan purnama.

Supermoon baru minggu ini akan dihormati dengan doa khusus di hampir setiap rumah tangga di tanah itu, dan bulan juga diatur memiliki efek besar pada pasang surut.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah III Denpasar telah mengeluarkan peringatan dini untuk potensi pasang surut laut ekstrem di enam wilayah pesisir Bali selama periode supermoon baru, yang akan berlangsung hingga 22 Mei.

Supermoon baru dimulai pada 17 Mei, meskipun dampaknya pada pasang surut akan dirasakan dalam beberapa hari ke depan. Supermoon terjadi ketika bulan baru atau bulan purnama terjadi ketika bulan berada pada jarak terdekat dengan Bumi dalam orbitnya. Titik terdekat bulan dengan Bumi dalam orbitnya disebut perigee. Selama supermoon purnama, bulan terlihat sedikit lebih besar dari biasanya, tetapi karena ini adalah bulan baru, sayangnya tidak ada yang bisa dilihat.

Meskipun tidak ada yang bisa dilihat dalam hal bulan di langit, pengaruhnya tentu dapat diamati di pantai. Karena orbit bulan mengontrol pasang surut, supermoon baru ini mengakibatkan fluktuasi pasang surut yang besar di seluruh pantai selatan Bali.

Enam wilayah Bali yang diberikan peringatan pasang surut ekstrem oleh BBMKG adalah pantai selatan Jembrana, pantai selatan Kabupaten Tabanan, pantai Kabupaten Badung, pantai Kota Denpasar, pantai Gianyar, dan pantai selatan Kabupaten Klungkung.

Agensi Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah menjelaskan bahwa fenomena ini berpotensi meningkatkan tingkat laut maksimum di sepanjang area pesisir Bali. Potensi banjir pesisir, juga dikenal sebagai banjir pasang, diperkirakan akan bervariasi dari hari ke hari dan jam per jam selama periode supermoon baru ini di setiap wilayah provinsi.

Cahyo Nugroho, Kepala BMKG Wilayah III Denpasar, telah mendesak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kenaikan tingkat laut maksimum ini, terutama di daerah pariwisata teratas.

Penduduk Bali yang tinggal atau bekerja di area pesisir diimbau untuk tetap waspada dan siap mengantisipasi dampak tingkat laut maksimum. Semua orang yang akan pergi ke laut, termasuk mereka yang bepergian dengan kapal cepat dan feri, diingatkan untuk secara teratur memantau pembaruan cuaca laut dari BMKG.

Turis dapat tetap terkini dengan pembaruan terbaru dari BMKG melalui layanan resmi, termasuk akun Instagramnya, di mana pembaruan cuaca wisata diterbitkan setiap hari dalam bahasa Inggris.

Turis yang berkunjung ke pantai-pantai selatan Bali dalam seminggu ke depan sebaiknya lebih memperhatikan kondisi sebelum memasuki air. Disarankan hanya memasuki air di tempat di mana penjaga pantai bertugas. Minggu lalu, penjaga pantai Bali mengikuti kursus pelatihan intensif untuk meningkatkan keterampilan mereka untuk membantu menjaga keselamatan pengunjung pantai.

Speaking to reporters, Ni Putu Sastra, Kepala Unit Penjaga Pantai Badung (UPTD) untuk Kuta Selatan, memuji penjaga pantai Badung atas komitmen dan keberanian mereka.

Dia berkata, “Hal ini memerlukan keterampilan yang kuat, ketahanan mental, dan ketangguhan emosional. Oleh karena itu, kami terus berupaya melakukan pelatihan untuk menjaga kesiapan fisik dan mental anggota kami sehingga mereka selalu siap sedia saat bertugas.”

Menambahkan “Kami tetap berkomitmen untuk menjaga kualitas sumber daya manusia kami melalui pelatihan independen, karena anggota tim penjaga pantai sangat antusias untuk berpartisipasi dalam program-program seperti ini.”