I-League (sebelumnya PT Liga Indonesia Baru) sebagai operator kompetisi Super League memastikan akan menghapus regulasi yang mengharuskan pemain U-23 bermain selama 45 menit di liga level tertinggi di Indonesia pada musim yang akan datang.
Direktur Kompetisi I-League Asep Saputra mengatakan sebenarnya tidak banyak aturan yang harus mereka lakukan revisi untuk musim yang akan datang, kecuali membatalkan regulasi pemain U-23.
“Musim depan hanya akan ada perubahan dalam regulasi pemain U-23,” kata Asep di Bekasi setelah acara final Elite Pro Academy (EPA) Super League yang berlangsung pada Minggu, 17 Mei 2026.
Regulasi yang mengatur semua klub harus memainkan setidaknya satu pemain U-23 sebagai starter dengan waktu bermain minimal 45 menit atau satu babak adalah regulasi yang termasuk dalam kompetisi 2025/2026, yang saat ini berada dalam fase final.
Asep mengungkapkan bahwa perubahan regulasi ini dilakukan setelah mereka melalui berbagai pertimbangan dan diskusi dengan semua pihak yang terkait. Dia juga memastikan bahwa detail lain terkait hal ini akan segera diperbarui.
“Kemarin kami menyajikannya di depan kami, tetapi sekali lagi, itulah yang sudah kita bicarakan. Nanti, bagaimana detailnya, jika sudah resmi, kalian bisa lihat sendiri,” ujarnya.
Sementara itu, regulasi pemain asing musim depan pasti tidak akan berubah. Dengan demikian, setiap klub dapat mendaftar kuota 11 pemain asing untuk berpartisipasi dalam kompetisi level tertinggi di Indonesia.
Dari jumlah tersebut, klub hanya bisa membawa sembilan di antaranya untuk satu pertandingan dan tujuh masuk ke daftar pemain yang bisa turun ke lapangan.
Saat ini, kompetisi Super League 2025/2026 tersisa satu pertandingan lagi. Peluang untuk memenangkan gelar masih dimiliki oleh Persib Bandung sebagai juara bertahan dan Borneo FC.
Persib saat ini duduk di puncak klasemen dengan 78 poin atau unggul dua poin dari Borneo FC. Tim Bojan Hodak hanya perlu menahan lawan mereka dalam pertandingan terakhir untuk menduduki posisi puncak di akhir musim.

.jpg)




