Israel dan Hezbollah terlibat pertempuran darat intens di setidaknya tiga wilayah strategis di selatan Lebanon ketika Israel meneruskan invasi daratnya terhadap tetangganya, menurut sumber keamanan Lebanon dan warga desa yang terkena dampak.
Sebagian besar pertempuran terpusat di sekitar kota strategis puncak bukit Khiam, dengan Pasukan Pertahanan Israel melancarkan kampanye udara dan artileri terhadap pejuang Hezbollah yang terkubur di kota tersebut. Pertempuran meningkat setelah beberapa hari bentrokan, dengan juru bicara Hezbollah mengakui ada “pertempuran meningkat” di pinggiran timur dan utara kota tersebut.
Sementara pertempuran terus berlanjut di Khiam, pasukan Israel mencoba masuk ke kota-kota perbatasan di sektor tengah dan barat selatan Lebanon. Seorang warga desa perbatasan Aita al-Chaab mengatakan pertempuran berlangsung sengit antara tentara Israel dan pejuang Hezbollah di sana.
Sumber keamanan Lebanon mengatakan bahwa desa tersebut adalah salah satu dari sejumlah kota perbatasan yang telah menjadi lokasi pertempuran berat, karena Israel berusaha menyusup ke selatan Lebanon melalui berbagai titik di sepanjang perbatasan bersama. Di sana, mereka telah dihadapi dengan perlawanan dari anggota Hezbollah.
Pertempuran terjadi saat Israel menumpuk pasukan di sepanjang perbatasan, membawa empat brigade dan kolom tank sebagai persiapan invasi darat yang diperluas ke selatan Lebanon. Militer Israel mengatakan telah memulai “operasi darat terbatas”, sementara pihak politik membahas perluasan kampanye tersebut.
Perang dipicu ketika Hezbollah meluncurkan roket ke Israel pada 2 Maret. Israel dengan cepat melancarkan operasi militer di Lebanon dengan tujuan menghilangkan sepenuhnya Hezbollah. Hezbollah menyebut perang ini sebagai perjuangan kelangsungan hidup Lebanon, mengatakan mereka mempertahankan negara dari serangan udara Israel hampir setiap hari sejak gencatan senjata November 2024 antara kedua belah pihak. Di luar konstituensi Hezbollah, langkah untuk mengajak Lebanon ke dalam perang sangat tidak populer.
Hostilitas terbaru menjadi persaingan antara kekuatan udara Israel dan pejuang gerilya Hezbollah. Para ahli mengatakan pertempuran darat di Lebanon kini berpusat pada sumbu strategis, terutama Khiam, yang dapat menentukan kemampuan Hezbollah untuk menghadapi invasi Israel.
“Khiam berada di dataran tinggi yang menghadap ke Lembah Hula dan sepanjang rute kunci menuju barat ke perbatasan Israel,” kata Ahmad Beydoun, seorang peneliti di TU Delft yang mengkhususkan diri dalam investigasi sumber terbuka konflik bersenjata.
Konteks: Pertempuran sengit antara Israel dan Hezbollah di beberapa wilayah strategis di selatan Lebanon. Fact Check: Keterangan mengenai situasi perang antara Israel dan Hezbollah berdasarkan sumber keamanan dan warga desa yang terdampak.






