Beranda Budaya Kisah aneh perjalanan LSD pertama di dunia

Kisah aneh perjalanan LSD pertama di dunia

73
0

Pada tanggal 19 April di setiap tahunnya, orang-orang yang terinspirasi oleh LSD, baik secara ilmiah maupun kreatif, memperingati perjalanan pulangnya dari laboratorium. Pada tahun 1985, profesor Illinois Thomas B Roberts mencetuskan nama “Hari Sepeda” untuk memperingati hari itu.

Hofmann melaporkan temuan yang ia temukan kepada bosnya di perusahaan farmasi Sandoz. Dari efek yang dimiliki oleh LSD terhadap dirinya, ia menghitung bahwa satu sendok teh sudah cukup untuk memengaruhi 50.000 orang. Dia mengatakan bahwa dia dan rekan-rekannya “sadar segera bahwa itu adalah agen yang sangat penting yang bisa berguna dalam psikiatri dan penelitian.” Sandoz mulai mendistribusikan LSD ke rumah sakit jiwa sebagai obat eksperimental yang disebut Delysid. Beberapa psikiater menggunakannya dengan pasien untuk efeknya pada pikiran bawah sadar, memungkinkan mereka untuk melepaskan ingatan yang tertekan dan konflik mental.

Efek dari obat baru yang kuat ini menarik perhatian militer AS, yang memulai program penelitian rahasia yang dikenal dengan nama kode MK-Ultra. Salah satu warga sipil yang terpapar LSD selama penelitian ini adalah Ken Kesey, yang kemudian menulis One Flew Over the Cuckoo’s Nest. Ia memberi tahu BBC: “Saya memutuskan bahwa ini adalah bisnis yang terlalu penting untuk dibiarkan di tangan pemerintah.” Terpesona oleh kekuatan halusinogenik dari obat yang masih legal ini, Kesey mulai mendistribusikannya kepada teman-temannya, dan, pada tahun 1964, ia mengumpulkan beberapa orang dengan pemikiran yang sama yang disebut Merry Pranksters dan berangkat keliling AS dengan bus yang dicat cerah. LSD bocor dari laboratorium-laboratorium di seluruh negara dan memicu pengalaman kontra-budaya.

[CONTEXT: LSD ditemukan oleh ilmuwan Swiss, Albert Hofmann, pada tahun 1943 saat mencoba mengembangkan obat tidur baru di perusahaan farmasi Sandoz. LSD kemudian menyebar ke Amerika Serikat dan menjadi popular di kalangan seniman dan peneliti.]

[FACT CHECK: LSD memiliki efek halusinogenik yang kuat dan telah digunakan secara eksperimental dalam psikiatri untuk mempelajari pengaruhnya pada pikiran bawah sadar dan ingatan yang tertekan.]