Bali telah menurunkan Tim Task Force Imigrasi baru untuk membantu menjaga keamanan wisatawan dan memberantas perilaku ilegal dan tidak teratur.
Tim baru ini, yang dikenal sebagai Tim Task Force Dharma Dewata, telah resmi diresmikan oleh Direktorat Jenderal Imigrasi di Lapangan Puputan Margarana Niti Mandala Renon, Denpasar minggu ini.
Tim tugas baru terdiri dari ratusan petugas imigrasi. Tim ini telah dikerahkan untuk fokus melakukan patroli di beberapa titik panas dan memperhatikan pelanggaran imigrasi yang dapat membahayakan keamanan atau ketertiban masyarakat.
Tim juga telah dilatih untuk merespons cepat terhadap potensi pelanggaran di lapangan dan akan bekerja sama dengan agensi keamanan lainnya, termasuk Kepolisian Bali dan Pecalang.
Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, menekankan bahwa pembentukan tim tugas ini mencerminkan komitmen untuk menjaga keamanan dan ketertiban di Bali.
Marantoko mengatakan kepada unit yang baru dibentuk, “Ini adalah langkah nyata untuk menjaga stabilitas dan keamanan di Bali sebagai tujuan wisata terkemuka Indonesia.” Marantoko mengkonfirmasi bahwa Tim Task Force Dharma Dewata akan melakukan patroli rutin, terutama di daerah dengan konsentrasi tinggi wisatawan asing, termasuk resor teratas seperti Canggu dan Uluwatu. Selain operasi pengawasan, tim juga akan bertindak cepat atas indikasi pelanggaran imigrasi.
Marantoko menjelaskan, “Kami akan terus meningkatkan operasi pengawasan, baik melalui patroli rutin di tingkat regional maupun nasional, untuk menjaga stabilitas keamanan dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap Imigrasi.”
(Dalam Konteks: Tim Task Force Imigrasi baru dibentuk di Bali untuk menjaga keamanan wisatawan dan menekan perilaku ilegal. Direktur Jenderal Imigrasi menegaskan pentingnya profesionalisme dan koordinasi solid dalam operasi tim.)
Direktorat Jenderal Imigrasi telah mengambil langkah lebih lanjut. Selain Tim Task Force Dharma Dewata, Imigrasi Indonesia juga membentuk tim Petugas Imigrasi Pendamping Desa (PIMPASA) di Bali. Program baru ini menggunakan pendekatan berbasis masyarakat, melibatkan pejabat desa dan pemimpin masyarakat dalam pengawasan imigrasi.
PIMPASA akan memainkan peran depan dalam pencegahan melalui pendidikan dan pengumpulan informasi tentang keberadaan warga asing di setiap komunitas. Melalui kerja sama antara patroli taktis Tim Task Force Dharma Dewata dan pengawasan regional PIMPASA, sistem pengawasan imigrasi Bali diharapkan menjadi lebih kuat dan komprehensif.
Marantoko mengatakan kepada tim, “Tantangan imigrasi saat ini semakin kompleks dengan meningkatnya arus globalisasi, pariwisata, dan investasi. Oleh karena itu, profesionalisme, integritas, dan koordinasi solid antara semua elemen terkait diperlukan.”
(Periksa Fakta: Gubernur Bali, Wayan Koster, mendukung tindakan tegas terhadap pelanggar hukum asing yang mengancam ketertiban masyarakat.)
Governor Koster menambahkan, “Anda diharapkan untuk selalu membawa paspor dan izin tinggal pada diri Anda setiap saat, atau setidaknya salinannya, jika petugas melakukan pemeriksaan tiba-tiba.”
(Dalam Konteks: Imigrasi Bali memperkuat pengawasan imigrasi dengan membentuk tim khusus dan melibatkan komunitas setempat dalam upaya pencegahan.)
Sumber: https://thebalisun.com/bali-deploys-new-immigration-task-force-to-ensure-tourist-safety/
(Note: Artikel ini telah diterjemahkan dari bahasa aslinya ke bahasa Indonesia.)



.jpg)



