Bass Oil Ltd. bersiap untuk meningkatkan operasinya di Indonesia, dengan rig pengeboran sudah mulai bergerak ke lokasi sumur Bunian 6 di dalam area Tangai-Sukananti KSO di Cekungan Sumatera Selatan.
Bass mengharapkan operasi pengeboran akan dimulai pada awal Mei setelah selesainya pemeriksaan keamanan dan operasional sebelum pengeboran.
Bass, yang memiliki 55 persen kepentingan sebagai operator izin, telah menyatakan kepercayaan dalam pengembangan ini, dengan perkiraan kemungkinan keberhasilan sebesar 80 persen.
Sumur baru ini diharapkan dapat meningkatkan produksi lapangan tiga kali lipat, meningkatkan output dari saat ini 250 barel minyak per hari (bopd) menjadi 750 bopd. Bagi Bass, ini berarti peningkatan saham bersih sekitar 140 hingga 410 bopd.
Proyek ini merupakan komponen kunci dari program pengeboran 2026 perusahaan, yang dirancang untuk meningkatkan produksi pada saat harga minyak global tetap tinggi. Proyek ini diharapkan mampu menghasilkan lebih dari 150.000 barel minyak.
Lapangan Bunian mengandung minyak di tiga tingkat reservoir. Sumur Bunian 6 akan menargetkan reservoir pasir TRM3 primer, yang terletak dekat dengan puncak struktur dimana studi seismik terbaru telah mengidentifikasi parameter reservoir yang optimal.
Selain target utama, sumur ini juga akan mengevaluasi potensi reservoir K sekunder.
Meskipun reservoir K sebelumnya telah menghasilkan minyak di sumur lain dalam lapangan, saat ini tidak ada cadangan 2P yang ditetapkan, menjadikan ini uji penting untuk pertumbuhan cadangan masa depan perusahaan.
Pengeboran diperkirakan akan memakan waktu sekitar 30 hari untuk mencapai kedalaman total 1.820 meter, dengan sumur diharapkan dapat beroperasi pada pertengahan Juni.
Proyek ini sepenuhnya didanai, dengan semua biaya pengeboran dapat direkam kembali terhadap produksi yang ada sesuai dengan ketentuan KSO.
Pengembangan terbaru ini mengikuti studi lapangan terintegrasi, termasuk survei seismik 3D yang direproses, yang juga telah mengidentifikasi target pengeboran tambahan di area tersebut, termasuk Bunian Barat dan Bunian Barat Laut.


.jpg)



