JAKARTA – Penalti yang dicetak oleh pengganti Kai Havertz menyelamatkan Arsenal dari kekalahan setelah bermain imbang melawan Bayer Leverkusen pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions. Pertandingan di Stadion BayArena, Kamis, 12 Maret 2026 dini hari WIB, berakhir dengan skor 1-1.
Havertz memulai karir profesionalnya dan menjadi terkenal di Leverkusen dari tahun 2016 hingga 2020. Penampilan Havertz yang gemilang di Leverkusen membuatnya masuk ke tim nasional Jerman dan kemudian direkrut oleh Chelsea. Meskipun telah memenangkan berbagai trofi di Chelsea, Havertz belum bersinar di Stamford Bridge, sehingga membuatnya pindah ke London Utara untuk bergabung dengan Arsenal.
Pemain berusia 26 tahun ini baru-baru ini sering mengalami cedera, sehingga kehilangan tempatnya di starting lineup. Kedatangan Viktor Gyokeres membuat Havertz lebih sering duduk di bangku cadangan setelah pulih.
Demikian pula ketika Arsenal mengunjungi markas Leverkusen dalam leg pertama babak 16 besar ini. Leverkusen sendiri, yang saat ini berada di peringkat keenam di Bundesliga Jerman, mengalami kesulitan menghadapi kompetisi di Liga Champions. Bahkan, mereka harus melewati babak playoff dan menyingkirkan Olympiacos untuk bertemu dengan Arsenal.
Jadwal di babak gugur membuat Leverkusen berada dalam posisi kurang menguntungkan karena mereka menghadapi tim elit Liga Premier Inggris yang bertekad memenangkan gelar liga untuk pertama kalinya setelah menunggu selama 22 tahun. Namun, dalam pertandingan pertama di kandang, Leverkusen mampu membuat The Gunners kesulitan.
Untungnya, Havertz masuk untuk menggantikan Gyokeres. Ketika diberikan penalti setelah Noni Madueke dilanggar di kotak penalti, Havertz berhasil mengubahnya menjadi gol untuk mengubah skor menjadi 1-1. Gol tersebut pada menit ke-89 menyelamatkan tim Mikel Arteta dari kekalahan.
“Saya tahu kami memiliki pertandingan yang sangat sulit di sini. Dan, kami tahu apa harapan untuk pertandingan ini,” kata Havertz, yang untuk pertama kalinya kembali ke klub lamanya.
“Hanya saja kami tidak menunjukkan performa terbaik kami. Namun, kami pulang dengan hasil yang bagus. Di pertandingan berikutnya, kami akan tampil semaksimal mungkin. Apalagi, kami memiliki dukungan dari para penggemar. Ini penting,” katanya lagi.
Ya, harapan Arsenal lolos ke babak perempat final belum padam karena masih ada pertandingan kedua yang diadakan di kandang di Stadion Emirates, London, Rabu, 18 Maret 2026 WIB. Namun, Leverkusen juga memiliki kesempatan untuk membuat kejutan dengan mengeliminasi salah satu favorit di Liga Champions.
Bek Robert Andrich, yang mencetak gol untuk Leverkusen, mengatakan bahwa hasil imbang adalah aset berharga saat mengunjungi markas Arsenal. “Kami menunjukkan bahwa kami bisa mengalahkan Arsenal. Kami akan bermain tandang dan sangat yakin bisa mencapai sesuatu di London,” kata Andrich.
“Jika kita tidak [yakin bisa menang], mengapa kita ke sana,” katanya lagi.
Dalam pertandingan tersebut, Leverkusen benar-benar membuat kesulitan bagi Arsenal yang gagal tampil optimal. Lini depan tim di bawah Mikel Arteta tampak kehilangan ketajaman. Begitu pula bola mati yang telah menjadi andalan untuk mencetak gol dan mendapatkan poin tidak efektif sama sekali.
Leverkusen tampak telah mengantisipasi bagaimana mengatasi serangan bola mati Arsenal. Ternyata Arsenal malah mendapatkan tendangan bebas dua kali dalam empat menit pertama saja. Namun, upaya ini tidak membuahkan hasil. Kesempatan Gabriel Martinelli juga gagal karena tembakannya melambung di atas mistar. Skor tetap tanpa gol hingga akhir babak pertama.
Di babak kedua, Leverkusen langsung melakukan serangan. Tanpa memberikan kesempatan kepada lawan untuk mengembangkan permainan, tim di bawah Kasper Hjulmand mencoba mengambil inisiatif untuk menyerang.
Dimulai dari tendangan Martin Terrier, hanya kiper David Raya yang mampu menghalau dengan sangat baik dan menghasilkan tendangan sudut. Selanjutnya, Alex Grimaldo melakukan tendangan sudut dan mengarah ke Andrich. Sundulannya berhasil menembus gawang Raya, memberikan keunggulan 1-0 bagi Leverkusen pada menit ke-46.
Hanya setelah unggul, Leverkusen memilih untuk memperkuat pertahanan yang membuat Arsenal bisa keluar dari tekanan. Hanya serangan mereka tidak membuahkan hasil. Akibatnya, pemain-pemain Arsenal frustasi karena tidak bisa mencetak gol.
Ketika Arsenal mulai menyerah, pemain Leverkusen melakukan kesalahan fatal. Pada menit ke-89, pengganti Malik Tillman melakukan pelanggaran terhadap Madueke.
Wasit menunjuk titik putih dan Havertz, yang disambut oleh fans Leverkusen saat masuk untuk menggantikan Gyokeres, berhasil mengeksekusi dengan baik. Namun, Havertz menolak merayakan gol sebagai penghormatan kepada mantan klubnya. Skor berubah menjadi 1-1 dan tetap sampai akhir pertandingan.






