Beranda Sepak Bola Sandro Tonali dan Moise Kean Memimpin Italia ke Final Setelah Mengeliminasi Irlandia...

Sandro Tonali dan Moise Kean Memimpin Italia ke Final Setelah Mengeliminasi Irlandia Utara

55
0

JAKARTA – Italia berhasil melewati rintangan pertama setelah mengalahkan Irlandia Utara dalam babak semifinal playoff Piala Dunia 2026. Dalam duel di Stadion New Balance atau Gewiss, Bergamo, Jumat 27 Maret 2026 dini hari waktu Indonesia, Italia menang 2-0 melalui gol Sandro Tonali dan Moise Kean.

Pertandingan tidak mudah bagi Italia meskipun mereka bermain di kandang. Pelatih Gennaro Gattuso juga mengakui bahwa Irlandia Utara tidak boleh dianggap remeh. Apalagi, Italia bermain dengan beban mental berat setelah gagal lolos ke Piala Dunia dua kali. Pada percobaan ketiga ini, mereka harus bermain playoff setelah kalah dari Norwegia.

Secara teoritis, Irlandia Utara sebenarnya bisa dikalahkan oleh Italia yang memiliki kualitas individu dan pengalaman yang lebih unggul. Selain itu, Gli Azzurri bermain di kandang. Meskipun status sebagai tuan rumah juga memberikan beban tambahan sehingga Gattuso memilih stadion dengan kapasitas lebih kecil daripada menggelar pertandingan di San Siro atau Olimpico.

Mantan pelatih AC Milan dan Napoli berharap para penggemar Italia akan mendukung penuh Gianluigi Donnarumma dkk. dan tidak menginginkan ketegangan atau celaan dari sejumlah kecil pendukung yang masih akan mengganggu fokus pemain.

Hal ini terbukti dalam 45 menit pertama, mereka tidak mampu membobol gawang Irlandia Utara. Untungnya, para penggemar tetap mendukung tim di bawah arahan Gattuso dan akhirnya mereka bangkit di babak kedua dengan mencetak dua gol penting.

Kemenangan membawa Italia melaju ke final playoff untuk menghadapi Bosnia-Herzegovina yang mengeliminasi Wales lewat adu penalti.

“Harus diakui bahwa kami benar-benar mengalami kesulitan. Ini adalah pertandingan yang sama sekali tidak mudah. Bahkan, mereka mampu membuat kami terkejut dengan melakukan umpan-umpan vertikal. Tapi akhirnya kami menyelesaikan pertandingan dengan hasil yang bagus,” kata Gattuso seperti dikutip oleh Football Italia.

“Kami benar-benar menyadari bahwa pertandingan akan sulit. Terutama ketika bermain pelan. Setelah babak kedua, kami bisa bermain lebih cepat. Sekarang kami fokus pada pertandingan final,” katanya lagi.

Dalam pertandingan itu, Italia memulai dengan buruk karena tekanan mental. Sementara itu, Irlandia Utara, yang bermain tanpa beban apa pun, menikmati pertandingan lebih banyak. Manajer Michael O’Neill sendiri mendatangkan pemain muda yang rata-rata berusia 22,5 tahun. Hanya Paddy McNair yang berusia 30 tahun. Sementara itu, kapten Conor Bradley, bek kanan Liverpool, absen karena masih cedera.

Namun, mereka mampu melakukan perlawanan terhadap Italia yang bermain secara ofensif. Kean sudah mengancam gawang Irlandia Utara di menit-menit awal pertandingan.

Namun tendangannya mengenai lawan sehingga berbelok dan melebar. Begitu pula sundulan Tonali yang menyambut tendangan sudut juga gagal mencapai target.

Italia kembali memberikan tekanan kepada Irlandia Utara untuk bermain bertahan lebih banyak. Tercatat tendangan keras Federico Dimarco bisa dihentikan oleh kiper Pierce Charles. Sementara, Tonali, yang kembali mendapat kesempatan bagus, masih gagal. Kali ini, bek Trai Hume dengan cemerlang menghalau peluang dari gelandang Newcastle United itu.

Permainan Italia kurang agresif dan lambat, membuat mereka tidak mampu memanfaatkan setiap peluang. Apalagi, Irlandia Utara berhasil keluar dari tekanan dan mulai menyamakan permainan dengan tim tuan rumah.

Mereka mengancam pertahanan Italia ketika Justin Devenny melepaskan umpan silang ke depan gawang. Namun tak ada rekan setimnya yang menyambut peluang bagus itu.

Selanjutnya, gelandang Riccardo Calafiori berhasil mengintersep tendangan Ethan Galbraith. Tak ada gol tercipta dan skor masih 0-0 hingga babak pertama berakhir.

Memasuki babak kedua, Italia bermain lebih agresif dengan meningkatkan serangan. Tuan rumah juga mendapatkan peluang melalui striker Mateo Retegui dan Kean yang gagal mengonversinya.

Setelah banyak percobaan yang gagal, akhirnya Italia berhasil membuka kebuntuan ketika Tonali menjebol gawang Irlandia Utara di menit ke-56. Ia memanfaatkan kesalahan gelandang Isaac Price yang hendak melempar bola. Sundulan yang mengantisipasi umpan itu jatuh tepat di kaki Tonali yang langsung melepaskan tembakan pertama yang mengalahkan kiper Charles.

Keunggulan 1-0 membuat para pemain Italia mampu keluar dari tekanan mental. Mereka mulai menikmati permainan dan menunjukkan dominasi atas lawan-lawan mereka. Italia sebenarnya juga memiliki kesempatan untuk menambah keunggulan pada menit ke-73. Namun, tembakan Kean yang sudah bergulir masuk ke gawang masih bisa digagalkan oleh Hume.

Kean kembali mendapat kesempatan. Namun tendangan salto-nya gagal masuk ke gawang dan tetap melebar. Setelah beberapa percobaan gagal, Kean akhirnya berhasil memenuhi target itu yang menambah keunggulan Italia pada menit ke-80.

Dimulai dengan umpan dari Tonali ke Kean. Striker Fiorentina itu berhasil melewati Ruairi McConville sebelum mengalahkan Charles. Skor berubah menjadi 2-0 untuk Italia.

Italia terus bermain secara ofensif untuk menambah gol. Namun upaya mereka tidak berbuah hasil dan pertandingan ditutup dengan keunggulan dua gol. Mereka juga bersiap menghadapi Bosnia dalam pertandingan playoff final.