Setelah hasil imbang di Arab Saudi minggu lalu, Grup F muncul sebagai bracket turnamen paling kompetitif. Ini menampilkan juara bertahan Qatar, tim teratas benua Jepang yang mencari rekor kelima, serta rival Asia Tenggara Indonesia dan Thailand. Bagi dua wakil ASEAN, turnamen ini merupakan peluang besar untuk menyamakan kelas dengan negara-negara teratas benua tersebut.
Pelatih kepala Indonesia, John Herdman, menggambarkan undian ini sebagai “kesempatan besar” daripada sebuah kemunduran. Dengan Indonesia berharap dapat meraih tempat di Piala Dunia 2030, Herdman percaya bahwa menghadapi lawan seperti Jepang dan Qatar menjadi suatu keharusan untuk pertumbuhan.
“Sekarang kami harus terbiasa menghadapi lawan-lawan yang lebih kuat untuk menyempitkan kesenjangan keterampilan,” kata Herdman kepada Bola. “Ini adalah tugas yang harus kami capai untuk membuktikan bahwa tim kami bergerak ke arah yang benar. Seiring berjalannya waktu, para pemain harus belajar bagaimana meraih hasil positif melawan lawan-lawan yang lebih kuat.”
Pertandingan terakhir Indonesia melawan Jepang terjadi pada tahun 1981. Secara keseluruhan, mereka memenangkan lima kali, imbang dua kali, dan kalah sebelas kali melawan Jepang. Pertemuan terbaru mereka telah brutal, dengan tertinggal 13 gol dalam tiga pertemuan terakhir.
Melawan Qatar, Indonesia hanya berhasil menang satu kali dalam sembilan pertemuan, dengan pertemuan persahabatan terbaru menghasilkan hasil imbang 2-2.
Sementara itu, tim telah bermain 78 pertandingan melawan Thailand, dengan 25 kemenangan dan 37 kekalahan. Namun, kemenangan terbaru mereka terjadi di babak pertama final Piala AFF 2016 (kini Piala ASEAN). Setelah itu, Indonesia kalah 4 kali dan seri 3 kali melawan Thailand.
Pelatih kepala Thailand, Anthony Hudson, mencerminkan optimisme Herdman. Meskipun dalam posisi kalah, Hudson bersikeras bahwa pengalaman bermain melawan Jepang dan Qatar adalah persis apa yang dibutuhkan oleh skuadnya untuk meningkatkan permainan.
“Grup F sangat menarik,” kata Hudson kepada Daily News. “Ini merupakan kesempatan besar bagi kami, dan apapun bisa terjadi di hari yang tepat. Saya katakan kepada para pemain bahwa menghadapi tim-tim seperti Jepang dalam turnamen besar adalah kesempatan berharga bagi setiap orang di antara mereka.”
Hudson juga menyoroti pertandingan pembuka melawan Qatar. Meskipun mengakui peringkat dunia Qatar yang lebih tinggi, ia mengungkapkan rasa percaya diri pada skuadnya.
“Orang-orang mungkin menyebut kami sebagai underdog, tetapi kami memiliki banyak pemain dengan pengalaman luar biasa di Piala Asia,” tambahnya. “Kuncinya adalah mencapai formasi yang bagus tepat pada waktunya.”
Hudson juga mengakui kekuatan Indonesia, menggambarkan pertandingan Piala Asia mendatang mereka sebagai derby Asia Tenggara.
“Saya pikir ini akan jadi pertandingan besar,” ujarnya.
Respek di antara grup ini saling berbalas. Pelatih kepala Qatar, Julen Lopetegui, mantan manajer Real Madrid dan Spanyol, memperingatkan bahwa Grup F sangat sulit. Sementara Jepang tetap menjadi favorit juara, Lopetegui mencatat bahwa baik Indonesia maupun Thailand telah menunjukkan peningkatan yang signifikan, memprediksi bahwa batas kesalahan di grup akan sangat tipis.
Piala Asia 2027 akan dimulai di Arab Saudi pada 7 Januari 2027, dengan enam grup masing-masing empat tim. Dua tim teratas dari setiap grup dan empat tim peringkat ketiga terbaik akan melaju ke babak 16 besar.






